Subang, CLUETODAY.ID–Pelaksanaan Musyawarah Cabang ke-10 PPP Subang berlangsung panas. Dihujani intrupsi dan walk-out puluhan kader pengurus anak cabang dari berbagai kecamatan.
Pantauan Cluetoday pada Sabtu (02/05/26) pagi, di kantor DPC PPP Subang, para kader mengintrupsi terkait munculnya Pelaksana Tugas Ketua DPC PPP, yaitu Ujang Saepudin, menggantikan Oom Abdul Rohman.
Menurut Ketua PAC Blanakan, Fajar Adi Nugraha, adanya Plt tersebut dinilai melanggar regulasi partai.
“PPP mau dibawa ke mana? Jadi kita pengen bahwa ada kehormatan. Bahwa pak haji Oom itu hasil Muscab, lalu di-PLT kan tanpa ada kejelasan,” katanya.
Fajar menyebut, pemecatan H. Oom oleh pengurus pusat dengan dalih melanggar AD/ART partai dinilai mengada-mengada. Sehingga, berdampak pada ketidakpastian hukum di internal PPP.
“Bisa jadi hasil Muscab pun kembali di Plt-kan. Nah ini kan saya perlu kejelasan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PAC PPP Tanjungsiang, Acep Nur Hidayah, mempersoalkan mekanisme pelaksanaan Muscab. Ia menjelaskan, para PAC hanya diberitahu melalui telepon tanpa surat-menyurat seperti yang diatur di AD/ART partai.
“Karena saya lihat ada mekanisme yang tidak ditempuh. Surat juga nggak ada secara resmi,” katanya.
Selain itu, menurutnya terjadi kesalahan dari pengurus DPC PPP Subang sendiri. Seperti pengangkatan Pelaksana Tugas Ketua. Meski hal tersebut menjadi kewenangan DPW, menurutnya Pengurus Harian DPC harus melaksanakan rapat harian.
“Yang saya tahu Ketua definitif itu adalah pak Haji Oom dan masa jabatannya belum selesai sampai Desember nanti. Ini udah diangkat Plt dan diamanahkan untuk menyelenggarakan Muscab,” ungkap Acep.
“Tapi kenapa pengurus harian tidak ada rapat harian?,” lanjutnya.
Ia meminta pelaksanaan Muscab ditunda dan harus sesuai regulasi partai. Karena sebagai partai besar, Acep menyebut ketaatan regulasi harus dijunjung tinggi.
“Ya asal tunda dulu (Muscab). Selesaikan dulu urusan DPC dulu,” pungkasnya.











