Bidik Pajak Perusahaan dan Pariwisata, Bapenda Subang Optimis Tembus PAD Rp1 Triliun

Picture of Cecep M yusup

Cecep M yusup

whatsapp image 2025 05 05 at 00.44.42 9ad8030a 1536x1156

SUBANG, CLUETODAY.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Subang menetapkan target ambisius untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2026. Tak tanggung-tanggung, angka di atas Rp1 triliun kini menjadi sasaran utama.

Untuk mencapainya, Bapenda akan melakukan akselerasi besar-besaran dengan fokus tajam pada sektor pajak perusahaan dan potensi pariwisata.

Langkah ini diambil setelah melihat tren positif di tahun 2025, di mana PAD Subang berhasil menyentuh angka Rp961 miliar. Kini, beban target sektor pajak daerah sendiri ikut naik dari Rp519 miliar menjadi Rp565 miliar.

Salah satu strategi kunci yang akan dieksekusi mulai Februari 2026 adalah pembersihan dan pembaruan data wajib pajak badan. Bapenda mencium adanya potensi kebocoran dari perusahaan-perusahaan yang belum terdata secara tepat.

“Kami menemukan masih ada perusahaan yang menggunakan wajib pajak pribadi, bukan atas nama badan usaha. Ini yang akan kami benahi,” ungkap Kepala Bapenda Subang, Yeni Nuraeni, pada Kamis (08/01/26).

Dengan mengalihkan status pajak dari pribadi ke badan usaha, diharapkan kontribusi pajak dari sektor industri di Subang dapat meningkat signifikan dan lebih akuntabel.

Selain sektor industri, menjamurnya destinasi wisata, kafe, dan pusat kuliner di Subang menjadi “tambang emas” yang akan digarap lebih serius. Pertumbuhan usaha pendukung pariwisata ini dianggap memiliki daya dongkrak besar, terutama saat musim liburan.

“Pariwisata dan usaha pendukungnya terus tumbuh. Ini peluang yang harus dimaksimalkan,” ujar Yeni.

Untuk merealisasikan target jumbo tersebut, Bapenda memastikan tidak akan menggunakan cara-cara lama yang normatif. Strategi jemput bola akan dilakukan untuk menyisir pajak restoran, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), hingga pajak air tanah.

“Kami tetap optimistis. Kuncinya ada pada strategi dan keberanian untuk bergerak cepat. Strategi jemput bola pasti dilakukan. Target kami tinggi, jadi tidak bisa lagi bekerja dengan cara biasa,” pungkasnya.

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top