100 Persen Pokir DPRD Subang Dialokasikan untuk Jalan Kabupaten di 2027

Picture of Cecep M yusup

Cecep M yusup

SUBANG, CLUETODAY.ID  — Mulai tahun depan, 100 persen dana dari 49 akun Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Subang akan dialokasikan khusus untuk pembangunan dan perbaikan jalan kabupaten.

Kesepakatan tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar, di hadapan Ketua DPRD Subang (Victor) serta para Ketua Fraksi dalam agenda Musrenbang RKPD Subang 2027 yang digelar di Aula Pemda Subang, Selasa (14/04/26).

“Yang ingin saya highlight adalah terjadinya peningkatan belanja modal untuk infrastruktur jalan, terutama. Hal ini adalah bentuk harmonisasi atau komitmen dari seluruh anggota DPRD yang dipimpin oleh Pak Ketua (Victor), di mana pokok-pokok pikiran DPRD-nya 100% dialokasikan untuk jalan kabupaten,” ujar Iwan.

Iwan menjelaskan bahwa peningkatan anggaran ini dilakukan melalui skema realokasi, sebagai bentuk gotong-royong dan teladan dari para pemimpin daerah. Jika pada tahun ini alokasi untuk jalan baru mencapai 70 persen, maka pada tahun depan seluruh dana aspirasi legislatif difokuskan sepenuhnya untuk menuntaskan persoalan jalan.

Target penyelesaian seluruh proyek jalan ini menurutnya harus tuntas pada tahun 2027. Iwan mengklaim, kebijakan sapu bersih dana Pokir itu ditengah tuntutan publik untuk perbaikan jalan.

Berdasarkan rekapitulasi usulan masyarakat dari tingkat bawah melalui Musrenbang, infrastruktur secara konsisten menempati peringkat tertinggi atau mendominasi 100 persen usulan yang masuk.

Tidak hanya melalui forum resmi, desakan juga terlihat deras di ranah digital. “Dominasi pengaduan masyarakat yang disampaikan melalui akun media sosialnya Pak Bupati dari bulan Agustus 2025 sampai dengan bulan Maret 2026 didominasi oleh infrastruktur, terutama jalan ini,” ungkap Iwan memaparkan alasan di balik kebijakan tersebut.

Sementara itu, Ketua DPRD Subang, Victor Wirabuana menyebut, aspirasi warga harus diakomodir dalam Musrenbang tersebut. Ia menekankan, jangan menjadikan Musrenbang sebagai forum agenda tahunan.

“Jangan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi harus menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat sebagai arah kebijakan pembangunan Kabupaten Subang,” ujarnya.

Efektifitas pembangunan yang terukur dampaknya harus jadi komitmen seluruh pemangku kebijakan. Terutama manfaatnya dirasakan seluruh warga.

“Pembangunan tahun 2027 harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Subang. Oleh karena itu, sinergi semua pihak menjadi kunci,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top