Euforia Juara Persib Berujung Tragedi, Satu Tewas dan Ratusan Kecelakaan Warnai Konvoi Bandung

Picture of Redaksi

Redaksi

Bandung, cluetoday.id – Perayaan kemenangan Persib Bandung usai memastikan gelar juara Super League musim 2025/2026 berubah menjadi rangkaian insiden yang memakan korban jiwa dan memicu gangguan ketertiban di sejumlah wilayah Kota Bandung.

Salah satu peristiwa paling menonjol terjadi di kawasan Ujungberung, Minggu (24/5/2026) dini hari, saat seorang pemuda berinisial A (21) ditemukan tewas dengan luka tusuk di trotoar Jalan AH Nasution, tepat di depan Alun-alun Ujungberung.

Penemuan jasad korban pertama kali diketahui warga sekitar sebelum aparat dari Polsek Ujungberung, Polrestabes Bandung, dan PMI Kota Bandung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Polisi juga menemukan dua bilah pisau di sekitar lokasi. Kapolsek Ujungberung Kompol Heri Suryadi mengatakan pihaknya masih mendalami motif kasus tersebut.

“Telah ditemukan mayat laki-laki diduga korban tindak pidana pembunuhan yang mana korban mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Kami sudah mendatangi TKP dan mencari CCTV di sekitar TKP, meminta keterangan saksi dan penyelidikan pelaku,” serta menegaskan, “Untuk motif masih dalam penyelidikan.”

Peristiwa tersebut terjadi di tengah gelombang konvoi dan perayaan besar-besaran Bobotoh yang memadati sejumlah ruas jalan utama Kota Bandung sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan, selain kasus kekerasan fatal, pemerintah juga mencatat lonjakan kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas lain selama perayaan berlangsung.

“Ada 122 korban kecelakaan, dua korban kekerasan. Satu korban kekerasan itu warga Cibiru ditemukan tewas usia 21 tahun. Kita sedang melakukan penyelidikan bersama pihak kepolisian,” kata Farhan.

Ia juga menyebut korban ditemukan tanpa atribut kelompok tertentu. “Saya tidak tahu ya, tapi yang pasti dia ditemukan tewas jam 3 pagi di Cibiru sudah tergeletak di pinggir jalan,” ujarnya.

Data Pemerintah Kota Bandung menunjukkan sebagian besar kecelakaan terjadi di jalur protokol dan kawasan perlintasan massa konvoi. Sebanyak 39 korban dirujuk ke rumah sakit dan 26 di antaranya menjalani rawat inap.

Selain itu, situasi kerumunan juga dimanfaatkan pelaku kriminalitas, termasuk kasus pencurian telepon seluler milik pemain Persib, Frans Putros, saat bus tim berada di tengah kepadatan massa.

Pemerintah dan aparat kepolisian kini mengevaluasi pola pengamanan perayaan massal, termasuk rencana penerapan sistem pengawasan wilayah, patroli dinamis, hingga pemasangan CCTV interaktif di titik rawan kerumunan untuk mencegah insiden serupa terulang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top