Warga Subang Gelar Istighosah, Berharap Program MBG Tetap Dilanjutkan

Picture of Cecep M yusup

Cecep M yusup

20260703 170001

SUBANG, CLUETODAY.ID — Berharap program Makan Bergizi Gratis tetap berlanjut, ratusan warga Subang menggelar istighosah dan doa bersama di Jalan Wangsa Gopharana, tepatnya di halaman Masjid Al-Musabaqoh Subang, Jumat (03/07/26) sore.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Aliansi Penggerak Ekonomi Rakyat (APER) ini berlangsung khidmat. Ratusan peserta tampak khusyuk mengikuti doa bersama sambil membawa bendera Merah Putih dan poster berisi dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa, aksi religi ini menjadi wadah konkret bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk menyuarakan dampak positif program MBG bagi perekonomian daerah.

Pantauan Cluetoday, kegiatan tersebut juga dihadiri tokoh-tokoh Paguyuban Mitra BGN Subang. Seperti Aceng Kudus, Bambang Herdadadi, Niko Rinaldo. Mereka selama ini aktif terlibat dalam pelaksanaan makan bergizi gratis di Subang.

Perwakilan pelaku UMKM Subang, Aep Saefullah, menegaskan bahwa MBG membuka karpet merah bagi peluang usaha baru, khususnya yang bergerak di sektor pangan seperti penyedia sayuran, buah-buahan, telur, hingga daging. Bagi para pelaku UMKM, program nasional ini dinilai menjadi angin segar yang menghadirkan kepastian pasar. Kehadiran MBG dinilai mampu memotong jalur distribusi lambat dan langsung menyerap potensi pangan lokal.

“Sebagai pelaku UMKM, kami merasakan dengan adanya program MBG ini peluang usaha menjadi semakin luas. Program ini memberikan harapan bagi usaha kecil untuk terus berkembang,” ujar Aep di sela-sela kegiatan.

Aep menambahkan, tantangan terbesar yang dihadapi oleh sektor usaha mikro selama ini acap kali bertumpu pada serapan pasar yang tidak menentu. Kehadiran program MBG dianggap menjadi solusi atas masalah klasik tersebut.

“Yang dibutuhkan UMKM itu bukan hanya modal, tetapi juga pasar. Ketika ada kepastian pasar, kami bisa lebih berani meningkatkan produksi dan mengembangkan usaha,” katanya.

Membuka Lapangan Kerja Baru

Dampak langsung program ini tidak hanya menyentuh para pemilik modal usaha, melainkan juga menyerap tenaga kerja lokal di dapur-dapur produksi atau Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG).

Nur Komalawati, salah seorang warga Subang yang kini bekerja di bagian pengolahan dapur SPPG, menyerukan agar program MBG ini tidak berhenti. Pendapatan yang ia terima dari program ini diakuinya sangat membantu dapur rumah tangganya tetap ngebul.

“Ya alhamdulillah, bisa menunjang (kebutuhan hidup),” ujarnya saat menghadiri istighosah tersebut.

Di sisi lain, dukungan juga datang dengan catatan pembenahan demi keberlangsungan program yang lebih baik ke depan. Mona, warga lainnya yang terlibat di salah satu dapur SPPG di Ciater, meminta agar pemerintah tetap melanjutkan program ini seraya melakukan evaluasi berkala.

Bagi Mona, esensi utama MBG tidak boleh hilang karena menyangkut masa depan generasi muda. Baginya, MBG bermanfaat untuk masyarakat. Terutama menunjang kebutuhan gizi anak.

“Untuk asupan gizi anak-anaknya,” harapnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top