Jakarta, CLUETODAY.ID — Perjalanan Timnas Maroko di Piala Dunia 2026 berakhir pada babak perempat final setelah kalah 0-2 dari Prancis di Gillette Stadium, Foxborough, Amerika Serikat, Kamis (9/7) waktu setempat atau Jumat (10/7) WIB. Hasil tersebut membuat Atlas Lions gagal mengulang pencapaian bersejarah saat menembus semifinal Piala Dunia 2022.
Mengutip laporan Reuters, Maroko sebenarnya mampu memberikan perlawanan, namun sejumlah faktor membuat mereka kesulitan membendung permainan efektif yang diperagakan Les Bleus.
1. Absennya Ismael Saibari Kurangi Kreativitas
Maroko kehilangan salah satu pemain penting di lini tengah, Ismael Saibari, yang absen akibat cedera.
Menurut Reuters, absennya gelandang berusia 25 tahun itu membuat kreativitas permainan Maroko menurun, terutama dalam membangun serangan dan mengalirkan bola ke lini depan. Atlas Lions pun lebih sering mengandalkan serangan dari sisi sayap yang berhasil diantisipasi lini pertahanan Prancis.
2. Prancis Lebih Tajam di Depan Gawang
Maroko sempat mampu memberikan tekanan dalam beberapa fase pertandingan, tetapi kesulitan menciptakan peluang matang.
Sebaliknya, Prancis tampil lebih efektif saat mendapatkan kesempatan. Kylian Mbappe memecah kebuntuan pada menit ke-60 sebelum Ousmane Dembele menggandakan keunggulan enam menit kemudian.
Ketajaman penyelesaian akhir menjadi pembeda utama dalam laga tersebut. Les Bleus mampu memanfaatkan peluang menjadi gol, sementara Maroko gagal mengonversi kesempatan yang dimiliki.
3. Pengalaman Les Bleus Jadi Pembeda
Pengalaman Prancis di laga-laga besar juga menjadi faktor penting dalam kemenangan mereka.
Menurut Reuters, skuad asuhan Didier Deschamps mampu menjaga organisasi permainan setelah unggul dan membatasi ruang gerak pemain-pemain kreatif Maroko, termasuk Achraf Hakimi.
Pengalaman tampil di fase gugur turnamen besar membuat Prancis tetap tenang saat mendapat tekanan serta mampu mengendalikan tempo permainan hingga pertandingan berakhir.
Perjuangan Maroko Tetap Mendapat Apresiasi
Meski gagal melangkah ke semifinal, penampilan Maroko sepanjang Piala Dunia 2026 tetap menuai apresiasi.
Berdasarkan laporan sejumlah media internasional, Atlas Lions kembali membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan sepak bola yang mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia. Permainan disiplin dan konsisten yang ditunjukkan sepanjang turnamen menjadi bukti perkembangan sepak bola Maroko dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, pelatih Mohamed Ouahbi juga menegaskan target jangka panjang Maroko bukan sekadar mencetak sejarah, melainkan membangun tim yang mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi dunia.











