SUBANG, CLUETODAY.ID — Bambang Tri Hardiono sedang bersemangat. Ketua DPD PKS Subang itu tidak ingin perayaan ulang tahun partainya yang ke-24 hanya sekadar potong tumpeng.
Ada tiga kata kunci yang di Milad ke-24 PKS: Ketahanan pangan, energi, dan ekonomi. Agendanya tidak main-main. Program PKS Subang ingin masuk ke dapur hingga pekarangan warga.
Ada gerakan edukasi menanam di rumah. Ini solutif. Kalau setiap rumah punya cabai atau sayuran sendiri, guncangan harga di pasar tidak akan bikin ibu-ibu pusing tujuh keliling.
Lalu ada energi. Ini menarik. PKS Subang akan membagikan bantuan pemanfaatan energi tenaga surya untuk pelaku UMKM. Sebuah langkah progresif. Di saat subsidi energi terus bergoyang, matahari adalah sumber yang gratis. PKS ingin UMKM Subang mulai melirik itu.
Bambang sadar, dunia berubah. Zaman bergeser.
Maka, pelatihan affiliate pun dibuka. PKS ingin kadernya dan masyarakat, paham cara cari cuan di era digital. Ada juga pelatihan bank sampah dan Training For Trainer. Semuanya bermuara pada satu titik: pemberdayaan.
Bagaimana dengan politik?
Bambang tetaplah politisi yang memegang kalkulator kenyataan. Di Pileg 2024 kemarin, PKS Subang berhasil mengantongi sekitar 80 ribu suara.
PKS yang identik dengan massa perkotaan, di Subang bergerak dari perkotaan ke perdesaan. Ada 2.000-an kader terbina yang militansinya tidak perlu diragukan.
Tapi PKS Subang belum puas. Kata Bambang, target berikutnya: 14 kursi di DPRD Kabupaten Subang.
Strateginya? “Tetap menjaga kesolidan struktur, manjaga militansi kader dan terus menjaga amal jama’i,” kata dia, kepada Cluetoday.
PKS Subang di bawah Bambang Tri ingin tampil lebih inklusif. Visi Rahmatan lil’alamin benar-benar ingin dipraktikkan. Mereka siap berkolaborasi dengan siapa pun yang punya visi sama. Terbuka. Cair.
Bambang tahu, untuk mendapatkan 14 kursi, PKS tidak bisa hanya diam di zona nyaman. Mereka mulai menggarap semua segmen. Menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi zaman yang terus berlari.
Terlebih kadernya, Agus Masykur, berhasil menjadi Wakil Bupati Subang. Mendampingi Reynaldy dari Partai Golkar. Mengawal kesuksesan kadernya.
Sebuah anomali politik di kala di daerah lain yang menjadi basis PKS seperti Depok, calonnya tumbang.
“PKS Subang akan terus mendukung setiap kebijakan yang pro-rakyat tapi kami juga akan tetap kritis terhadap hal hal yang memang harus dikritisi. Kami akan kawal sampai selesai amanahnya,” katanya.











