贴近生活,放眼全球。
快讯

Beras Fortifikasi Bakal Dipakai untuk Program MBG di Subang

Pemkab Subang membahas integrasi beras fortifikasi dalam program MBG untuk mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan stunting, sekaligus memperkuat pengawasan SPPG.

WhatsApp Image 2026 10 29 At 15.41.18

SUBANG, CLUETODAY.ID —– Pemerintah Kabupaten Subang membahas rencana integrasi beras fortifikasi ke dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diarahkan untuk melengkapi asupan gizi penerima manfaat, mulai dari balita, anak sekolah, hingga ibu hamil.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat koordinasi di Aula PLUT UMKM Subang, Kamis (29/10/26). Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Rona Mairansyah, Kepala Bapperida Subang, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Subang, serta Kepala Dinas Pertanian Subang.

Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya dengan zat gizi mikro. Dalam rencana integrasi ke program MBG, beras tersebut akan dilengkapi sejumlah zat gizi, antara lain zat besi, asam folat, vitamin B1, B3, B6, B12, dan zink.

Sekretaris Daerah Subang Rona Mairansyah, yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas MBG Kabupaten Subang, mengatakan pelaksanaan program MBG membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai pihak. Koordinasi lintas sektor dinilai penting agar program berjalan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Beras yang diperkaya dengan zat gizi mikro seperti zat besi, asam folat, vitamin B12, dan zink, merupakan upaya mendukung pencegahan masalah gizi termasuk anemia dan stunting,” kata Rona, dalam keterangannya.

Penambahan zat gizi tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penerima manfaat sekaligus mendukung upaya pencegahan masalah gizi, termasuk anemia dan stunting.

Pemkab Subang Tekankan Pengawasan SPPG

Selain membahas integrasi beras fortifikasi, Pemkab Subang juga menyoroti kelayakan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pelaksana layanan MBG.

Rona menegaskan, sebagai Ketua Satgas MBG, dirinya turut memastikan kelayakan SPPG berdasarkan 14 indikator yang mencakup kelayakan operasional, sanitasi, dan kapasitas dapur.

Ia mengatakan, berbagai kendala yang ditemukan di lapangan perlu diidentifikasi agar pemerintah daerah dapat menentukan bentuk intervensi yang diperlukan.

“Kendala apa saja, sehingga Pemda Subang bisa melakukan intervensi,” tuturnya.

DITULIS OLEH

Cecep M Yusup

Artikel penulis

Buletin Redaksi ClueToday

Dapatkan rangkuman analisis mingguan, kabar daerah, dan perspektif mendalam langsung di kotak masuk Anda.

Tanggapan pembaca

Alamat email Anda tidak dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.