BP4D Subang jadi Bapperida, Pembangunan Wajib Berbasis Riset

Picture of Cecep M yusup

Cecep M yusup

img 20260721 wa0029

SUBANG, CLUETODAY.ID — Pemerintah Kabupaten Subang resmi melakukan penataan kelembagaan strategis dengan mengubah Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA).

Perubahan struktur ini ditandai dengan pengukuhan dan pengangkatan jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama serta administrator oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi (Kang Rey), di halaman Museum Wisma Karya, Jumat (03/07/26).

Langkah transformasi Bapperida ini menjadi angin segar bagi arah kebijakan pembangunan daerah agar lebih responsif, berbasis data, serta mengedepankan inovasi teknologi dan ilmu pengetahuan.

Dalam arahannya, Bupati Subang Kang Rey menegaskan bahwa pembentukan Bapperida bukan sekadar perubahan nomenklatur atau pergantian plang nama instansi.

Lebih dari itu, langkah ini merupakan bentuk penyesuaian terhadap kebijakan nasional sekaligus akselerasi peran pemerintah daerah dalam merumuskan perencanaan pembangunan masa depan.

“Perubahan dari BP4D menjadi Bapperida ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan wujud penyesuaian terhadap kebijakan nasional sekaligus penguatan peran Pemerintah Daerah dalam mendorong perencanaan pembangunan yang lebih berbasis riset, inovasi, dan data yang akurat,” tegas Kang Rey.

Dengan hadirnya Bapperida, riset dan inovasi kini ditempatkan di garis depan perencanaan daerah.

Hasil riset diharapkan dapat langsung menjawab persoalan riil di masyarakat, mulai dari efisiensi tata kelola pemerintahan, peningkatan ekonomi warga, hingga pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Ia pun berpesan agar para pejabat Bapperida yang baru dilantik dapat segera memacu kinerja tanpa perlu menunda waktu beradaptasi.

Menurutnya, ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik dan akselerasi pembangunan saat ini sangat tinggi.

“Hasil dari pelantikan ini, roda pemerintahan di Kabupaten Subang bisa lebih ngebut. Orang-orang yang dilantik bisa bekerja sesuai amanah dan berdampak langsung untuk manfaat masyarakat. Kinerja akan dievaluasi secara berkala, dan jika tidak mencapai target, tentu ada konsekuensinya,” pungkasnya.

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top