SUBANG-Memasuki tahap akhir pendaftaran, hingga 1 April sebanyak 10 orang sudah mendaftar calon direksi PT. BPR Subang Gemi Nastiti (Perseroda). Sedangkan masa pendaftaran akan ditutup pada 10 April mendatang.
Setelah sebelumnya tiga direksi bank BUMD tersebut dikabarkan mengundurkan diri. Tidak ada konferensi pers terbuka apa penyebab mundurnya para direksi BPR Subang. Bagian Ekonomi Setda Subang menyebut, pengunduran diri para direksi menjadi hak pribadi.
Direksi yang mengundurkan diri yaitu Direktur Utama Anton Abdul Rosyid, Direktur Bisnis Kandar Permana dan Direktur Kepatuhan Idris. Mereka mengundurkan diri sejak Januari lalu.
Idealnya, mereka baru akan menyelesaikan masa jabatan pada tahun 2028 mendatang. Meski hari ini masih bekerja, akan efektif berhenti jika direksi yang baru sudah ditetapkan.
Beredar kabar, Direktur Bisnis Kandar Permana yang ikut mengundurkan diri, akan kembali ikut seleksi untuk membidik posisi Direktur Utama BPR.
Kepada media, Kabag Ekonomi M. Khairil Syahdu mengungkapkan, melalui open bidding Bank Subang dapat dipimpin oleh sosok-sosok yang inovatif untuk menghadapi tantangan perbankan di periode 2026-2031 mendatang.
Sepanjang kepemimpinan Anton, BPR Subang mencatat telah menorehkan berbagai prestasi. Selalu memberikan kontribusi PAD paling tinggi di antara BUMD lainnya di Kabupaten Subang.
Puncaknya, di tahun 2020 pernah menyetorkan PAD Rp 13,7 miliar. Sedangkan di tahun 2025 lalu merosot menjadi Rp 4,3 miliar. Di tahun 2026, BPR Subang ditarget dapat menyetorkan PAD lebih dari Rp 5 miliar.(red)











