Iran Konfirmasi Kematian Ali Khamenei, Diduga Akibat Serangan Israel-AS

Picture of Cecep M yusup

Cecep M yusup

1100957 0.jpeg

TEHERAN – Republik Islam Iran resmi mengonfirmasi kabar duka atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, pada Minggu (01/03/26). Pengumuman ini disampaikan langsung melalui media pemerintah dengan suasana emosional, di mana presenter TV tak kuasa menahan air mata saat membacakan berita tersebut.

Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari untuk menghormati pemimpin yang telah berkuasa sejak tahun 1989 tersebut.

Berdasarkan laporan media pemerintah yang dikutip dari BBC International, Khamenei disebut meninggal sebagai martir akibat serangan yang dilancarkan oleh rezim Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.

Kematian ini juga dikonfirmasi telah merenggut nyawa anggota keluarga Khamenei lainnya, termasuk: anak perempuan dan cucu perempuan dan menantu perempuan dan menantu laki-laki.

Sebelum pengumuman resmi dari Teheran, Presiden AS Donald Trump dan sejumlah pejabat tinggi Israel telah lebih dulu mengklaim keberhasilan serangan tersebut.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan resmi melalui kantor berita Fars yang menegaskan bahwa kehilangan ini adalah pukulan besar, namun sekaligus menjadi simbol legitimasi perjuangan Khamenei.

“Kemartiran Khamenei di tangan teroris paling kejam dan algojo kemanusiaan adalah tanda legitimasi pemimpin besar ini dan penerimaan atas pengabdiannya yang tulus,” tulis pernyataan IRGC sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

IRGC juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab, menyatakan bahwa “tangan pembalasan bangsa Iran tidak akan membiarkan mereka lolos” dan berjanji akan tetap berdiri teguh menghadapi konspirasi dari dalam maupun luar negeri.

Wafatnya Khamenei menandai berakhirnya kepemimpinan panjang selama lebih dari tiga dekade. Ia merupakan figur sentral yang memperkuat sistem teokrasi Iran setelah era Revolusi 1979. Kepergiannya diprediksi akan membawa perubahan geopolitik yang signifikan di kawasan Timur Tengah, mengingat peran krusial Iran dalam peta persaingan global selama ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top