SUBANG, CLUETODAY.ID–Peristiwa memilukan terjadi di sebuah kontrakan Kelurahan Sukamelang, Subang, pada Jumat (13/02/26).
Seorang ibu rumah tangga berinisial K (29), diduga membekap anak laki-laki, MA (6), anak kandungnya sendiri, menggunakan bantal hingga tidak bernyawa.
Peristiwa ini terungkap setelah pelaku datang langsung ke Mapolsek Subang dalam kondisi histeris naik ojek, sendirian. K juga mengakui perbuatannya di hadapan petugas.
Kapolsek Subang, Kompol Endang Suganda, mengungkapkan bahwa pelaku datang sendiri ke kantor polisi sambil menangis histeris. Kepada petugas, K langsung memberikan pengakuan yang mengejutkan.
“Pelaku datang dan langsung menangis, ‘Pak, saya sudah membunuh anak saya,” ujar Kompol Endang Suganda, menceritakan pengakuan pelaku.
Pengakuan sementara kepada polisi, pelaku tidak berniat membunuh anaknya. Hanya berupaya menenangkan korban yang rewel dan mengamuk dengan membekapkan bantal. Tapi berujung fatal hingga anaknya tak bernyawa kehabisan nafas.
Saat kejadian, ayah korban sedang berada di Cirebon. Pelaku hanya tinggal bersama tiga anaknya yang masih kecil. Sedangkan korban adalah anak kedua.
Personel dari Polsek Subang segera bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama pelaku untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.
Setibanya di rumah kontrakan di Sukamelang, petugas menemukan jasad korban dalam kondisi yang menyayat hati. Korban MA ditemukan tergeletak di pojok tempat tidur dalam posisi seperti sedang tertidur.
“Saat cek lokasi, kita menemukan seorang anak kecil yang sedang tidur di pojok tempat tidur dengan berguling. Dilihat dari tanda-tandanya, kakinya agak pucet dan mukanya juga pucat,” kata Endang.
Pihak kepolisian menurunkan tim Inafis untuk memeriksa kondisi korban dan memasang garis polisi.
Pantauan di lapangan, sempat terjadi penolakan dari pihak ayah korban untuk autopsi korban. Namun, kepolisian berhasil memberikan pemahaman bahwa hal tersebut bagian dari prosedur wajib untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Indramayu untuk menjalani otopsi dengan pendampingan dari pihak keluarga dan Polsek Subang.
Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Subang, AIPTU Nenden Nurfatimah menjelaskan, ibu kandung korban belum ditahan. Kondisinya masih syok.
“Belum (ditahan), masih tahap pemeriksaan. Motif masih didalami,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan tetangga sekitar, korban MA (6) disinyalir merupakan anak dengan kondisi ADHD. Korban merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.
“Pernah waktu itu belanja di Alfa, kalau gak dituruti Ibunya, barang-barang di Alfa dilempar-lemparin,” cerita tetangga.
Selain itu, keseharian terduga pelaku K dinilai tertutup. Jarang melakukan sosialisasi dengan para tetangga.
“K orangnya tertutup. Jarang sosialiasi dengan warga sekitar,” kata seorang tetangga.










