SUBANG, CLUETODAY.ID —– Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) meningkat menjadi 60 persen pada periode 2027–2029.
Target tersebut naik dari ketentuan minimum 40 persen pada 2026, sebelum kembali ditingkatkan menjadi 80 persen pada 2030.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, peningkatan TKDN menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat industri kendaraan listrik nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta menarik investasi di sektor manufaktur.
“Saya kira hari ini sudah banyak sekali kendaraan atau produksi kendaraan listrik yang melampaui target 40%. Dan pada periode 2027 ke 2029, peta jalannya adalah ditingkatkan TKDN-nya menjadi 60%, dan pada tahun 2030 ditingkatkan menjadi 80%,” ujar Faisol dalam Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/26), dikutip Kontan.
Menurut Faisol, peningkatan kandungan lokal perlu diikuti dengan pengembangan industri manufaktur baterai dan berbagai komponen kendaraan listrik. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat rantai pasok industri otomotif listrik di dalam negeri.
Ia menyebut sejumlah perusahaan telah memproduksi baterai beserta komponen pendukungnya di Indonesia, termasuk anoda dan katoda. Namun, penguatan produksi lokal juga perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas produk, daya saing, penguasaan teknologi, dan pemanfaatan kapasitas produksi.
“Menjelang tahun 2027, kita perlu memastikan bahwa pertumbuhan industri kendaraan listrik semakin memberikan manfaat bagi perekonomian nasional, penguatan TKDN harus berjalan sesuai dengan peningkatan kualitas produk, daya saing industri, penguasaan teknologi, dan pemanfaatan kapasitas,” ungkapnya.
Kemenperin Siapkan Substitusi Impor Komponen
Selain mendorong produksi baterai, Kemenperin tengah menyiapkan peta jalan substitusi impor komponen kendaraan listrik. Pemerintah akan menginventarisasi berbagai komponen yang berpotensi diproduksi oleh industri dalam negeri.
Komponen yang menjadi perhatian antara lain bodi dan rangka kendaraan, kabel dan wiring harness, jok, interior, kaca, serta ban. Pemerintah juga memasukkan battery pack, rumah baterai, dan stasiun pengisian sebagai bagian dari pengembangan industri domestik.
“Kami juga sedang menginventarisasi kebutuhan semua produk komponen, misalnya seperti bodi dan rangka, kabel dan wiring harness, jok, interior, dan kaca, serta ban, sebagian sudah ada industrinya di dalam negeri, lalu battery pack, kemudian rumah baterai, dan stasiun pengisian,” pungkasnya.

![TKDN Kendaraan Listrik Ditargetkan 60 Persen pada 2027 [vf id] limo green photo](https://cluetoday.id/wp-content/uploads/2026/10/VF-ID-Limo-Green-Photo.jpeg)


