贴近生活,放眼全球。
快讯

Pasir Panyileukan Ciater Diresmikan KDM, Kini Lebih Tertata

Pasir Panyileukan Ciater diresmikan Gubernur Jabar dan Bupati Subang. KDM dorong wisata terintegrasi Subang, Lembang, dan Bandung Barat.

whatsapp image 2026 11 04 at 20.57.25 (1)

SUBANG, CLUETODAY.ID —– Kawasan Pasir Panyileukan di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, kini tampil lebih tertata setelah dilakukan pembenahan infrastruktur dan penataan lingkungan.

Kawasan yang sebelumnya dipadati bangunan liar dan terkesan kumuh tersebut diresmikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, Rabu (04/11/26).

Peresmian berlangsung di kawasan Jalan Tangkuban Parahu atau jalur utama Subang-Bandung. Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Bandung Barat dan Wali Kota Bandung sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan kawasan wisata yang saling terhubung di tiga daerah.

Penataan Pasir Panyileukan dilakukan melalui pembenahan sejumlah fasilitas, mulai dari perbaikan jalan, drainase, hingga pembangunan taman dan area swafoto bagi wisatawan. Hamparan perkebunan teh yang menjadi daya tarik kawasan Ciater turut menjadi pemandangan yang dapat dinikmati pengunjung.

Dengan kondisi lingkungan yang lebih tertata, Pasir Panyileukan diharapkan dapat menjadi salah satu titik persinggahan wisatawan yang melintasi jalur Subang-Bandung. Kawasan ini juga berpotensi mendukung aktivitas pariwisata dan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Setelah peresmian, Dedi Mulyadi bersama rombongan melanjutkan pemantauan ruas jalan Raya Subang-Bandung. Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong agar pengembangan wisata di kawasan Lembang, Bandung Barat, dan Subang dilakukan secara terintegrasi sehingga wisatawan tidak hanya terpusat di satu wilayah.

“Kalau mau ngadem ke Lembang, dari Lembang ke Subang, biar tiga daerah ini saling menunjang dan saling mendukung,” tuturnya.

Dedi menegaskan, pengembangan kawasan wisata perlu ditopang oleh infrastruktur yang memadai. Menurutnya, jalur wisata harus memiliki kondisi jalan yang baik, lingkungan bersih, serta terbebas dari bangunan liar yang dapat mengganggu kenyamanan perjalanan wisatawan.

Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama antarpengelola hotel di tiga daerah. Kerja sama tersebut diharapkan memungkinkan wisatawan mendapatkan rekomendasi penginapan di daerah sekitar apabila tingkat hunian hotel di Kota Bandung telah penuh.

Khusus untuk Kabupaten Subang, Dedi meminta Bupati Reynaldy mengembangkan bangunan Rumah Adat yang berada di sebelah selatan dan tidak jauh dari Pasir Panyileukan menjadi fasilitas homestay. Pengembangan tersebut diarahkan agar masyarakat setempat memperoleh sumber pendapatan baru dari aktivitas pariwisata.

Menurut Dedi, pembenahan kawasan wisata tidak cukup hanya berorientasi pada keindahan dan infrastruktur, tetapi juga harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Jalannya bagus, tempatnya bersih, ekonominya meningkat,” tegasnya.

DITULIS OLEH

Cecep M Yusup

Artikel penulis

Buletin Redaksi ClueToday

Dapatkan rangkuman analisis mingguan, kabar daerah, dan perspektif mendalam langsung di kotak masuk Anda.

Tanggapan pembaca

Alamat email Anda tidak dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.