Kabar dekat. Wawasan luas.
SEKILAS

Dua Mahasiswa STIESA Subang Raih The Best Presenter di Konferensi Internasional Malaysia

Dua mahasiswa STIESA Subang, Dama Putra Rukmana dan Welli Siti Amalia, meraih penghargaan The Best Presenter di konferensi internasional ICoMM 2026 Malaysia.

img 20261104 wa0056

SUBANG, CLUETODAY.ID — Dua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja (STIESA) Subang meraih penghargaan The Best Presenter dalam ajang The 13th International Conference on Management and Muamalah (ICoMM) 2026 di Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia (03/11/26).

Prestasi tersebut diraih melalui presentasi hasil penelitian di hadapan akademisi dan peneliti dari berbagai negara. Kedua mahasiswa tersebut adalah Dama Putra Rukmana dari Program Studi Manajemen dan Welli Siti Amalia dari Program Studi Akuntansi.

Keduanya berhasil mendapatkan penghargaan atas karya penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi internasional yang diselenggarakan Universiti Islam Selangor (UIS), Malaysia.

Dama mempresentasikan penelitian berjudul “The Effect of TikTok Storytelling Marketing on Consumer Purchase Intention: Evidence from Marjan Syrup on Shopee”. Penelitian tersebut mengkaji pengaruh strategi pemasaran melalui konten storytelling di platform TikTok terhadap minat beli konsumen, dengan produk Marjan yang dipasarkan melalui Shopee sebagai objek kajian.

Sementara itu, Welli membawakan penelitian berjudul “Determinants of Firm Value: The Role of Green Accounting, Carbon Emission Disclosure, Environmental Performance, and Profitability (Study on Energy and Basic Materials Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange in 2023–2025)”.

Penelitian Welli membahas sejumlah faktor yang memengaruhi nilai perusahaan, meliputi penerapan akuntansi hijau (green accounting), pengungkapan emisi karbon, kinerja lingkungan, dan profitabilitas. Kajian tersebut berfokus pada perusahaan sektor energi dan bahan baku yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2023–2025.

Bagi Dama, penghargaan tersebut menjadi pengalaman sekaligus kebanggaan tersendiri. Ia mengaku senang dapat membawa hasil penelitiannya ke forum akademik tingkat Asia. Ke depan, ia berharap bisa terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Senang dan bangga ke diri sendiri, apalagi bisa masuk ke jenjang Asia. Harapan ke depannya, Dama bisa melakukan yang terbaik lagi dan masuk ke tingkat yang lebih atas, agar bisa membawa nama Dama, kampus, dan orang tua ke jenjang yang lebih jauh,” ungkap Dama.

Hal serupa disampaikan Welli Siti Amalia. Menurutnya, keikutsertaan dalam ICoMM 2026 menjadi pengalaman berharga sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan karya penelitian mahasiswa Indonesia di tingkat internasional.

“Menjadi bagian dari ICoMM 2026 merupakan pengalaman yang sangat berharga. Tidak pernah menyangka bisa meraih penghargaan Best Presenter. Saya bangga bisa membawa nama STIE Sutaatmadja sekaligus Indonesia ke kancah internasional melalui karya penelitian. Terima kasih kepada dosen pembimbing dan semua pihak yang telah memberikan arahan, dukungan, serta doa selama proses ini. Alhamdulillah, sebuah pencapaian yang menjadi motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan berkembang,” ungkap Welli.

ICoMM 2026 merupakan konferensi internasional ke-13 yang diselenggarakan oleh Faculty of Economics, Accountancy and Management (FEPP), Universiti Islam Selangor.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Nilai Spring, Nilai, Malaysia, dengan mengusung tema “Nurturing Talent, Ensuring Resilience: Global Management Through the Lens of Muamalah”.

Konferensi ini menjadi ruang pertemuan bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai institusi untuk mempresentasikan hasil penelitian, bertukar gagasan, serta membangun jejaring kolaborasi di bidang ekonomi dan manajemen.

Dalam penyelenggaraan ICoMM 2026, STIE Sutaatmadja turut berperan sebagai co-host. Kampus tersebut juga mengirimkan delegasi yang terdiri atas tiga dosen, yakni Dr. Gugyh Susandy, S.E., M.Si., CDMS; Nunik Nurmalasari, S.E., M.Sc., CRA., CFPP.; dan Indah Umiyati, S.E., M.S., Ak., CTT., BKP., bersama 10 mahasiswa.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya STIESA memperkuat kolaborasi akademik, memperluas jejaring internasional, serta membuka kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas keilmuan melalui forum ilmiah lintas negara.

Raihan dua penghargaan The Best Presenter ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan tradisi penelitian, meningkatkan kompetensi akademik, dan berani menunjukkan kemampuan di tingkat internasional.

Prestasi Dama dan Welli juga menunjukkan bahwa mahasiswa dari perguruan tinggi daerah memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global melalui karya dan penelitian.

 

DITULIS OLEH

Cecep M Yusup

Artikel penulis

Buletin Redaksi ClueToday

Dapatkan rangkuman analisis mingguan, kabar daerah, dan perspektif mendalam langsung di kotak masuk Anda.

Tanggapan pembaca

Alamat email Anda tidak dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.