Bupati Subang Deklarasikan “Perang” Melawan Miras Oplosan, Pasca 8 Warga Tewas

Picture of Cecep M yusup

Cecep M yusup

template 1 slide clue (27)

SUBANG, CLUETODAY.ID–Tragedi maut yang merenggut nyawa akibat minuman keras (miras) oplosan memicu reaksi keras dari Pemerintah Kabupaten Subang. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita.

Ia menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penyisiran total terhadap peredaran miras ilegal di seluruh wilayah Kabupaten Subang tanpa terkecuali.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat dan tegas untuk memutus mata rantai peredaran minuman mematikan yang telah menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat.

Bupati Reynaldy menegaskan bahwa operasi penertiban kali ini tidak akan memberi ruang bagi para pelaku yang kerap mengelabui aparat. Ia mengakui tantangan di lapangan di mana para penjual seringkali menggunakan modus operandi yang licin.

“Satpol PP sudah saya instruksikan untuk segera melakukan penyisiran. Sebenarnya upaya ini sudah sering dilakukan, namun para penjual kerap mengelabui petugas. Ada yang menutup toko di bagian depan, tetapi tetap berjualan secara sembunyi-sembunyi di bagian belakang,” ujar Reynaldy, saat berkunjung ke RSUD Subang menjenguk langsung korban yang masih mendapatkan perawatan intensif, pada Rabu (11/02/26).

Ia memastikan bahwa tidak akan ada toleransi bagi siapapun yang nekat melanggar aturan. “Mulai besok seluruh wilayah akan disisir. Penjual minuman beralkohol dan miras oplosan harus segera ditindak. Tidak ada kompromi. Saya tidak ingin ada lagi warga Subang yang kehilangan nyawa akibat miras oplosan,” tegasnya.

Reynaldy menyebut, ia sudah koordinasi intensif  dengan Polres Subang untuk memastikan adanya penindakan hukum yang memberikan efek jera.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Kapolres Subang. Insyaallah jajaran Polres akan segera menindaklanjuti. Saya minta para penjual miras oplosan segera dicari dan ditindak tegas agar memberikan efek jera,” katanya.

Bupati mengungkapkan bahwa Gubernur Jawa Barat telah memberikan perhatian khusus atas tragedi ini. “Gubernur sendiri langsung nelpon, menyampaikan kekecewaan masih ada masyarakat di Subang yang mengkonsumsi minuman-minuman oplosan seperti ini,” ungkap Reynaldy.

Keprihatinan Bupati semakin mendalam saat mengetahui indikasi bahan-bahan berbahaya yang dicampurkan ke dalam minuman tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, campuran tersebut sangat tidak lazim dan berisiko tinggi bagi nyawa manusia.

“Katanya campurannya gembling (yang botolnya) buat bensin dua tak dicampur Bima. Itu kan mengerikan, yang kayak gitu-gitu masih dikonsumsi. Saya sangat prihatin dan sangat ingin Kabupaten Subang ini terhindar dari hal-hal seperti itu,” ujarnya.

Dia memberikan peringatan terakhir bagi para pedagang yang masih nekat mengedarkan miras dan obat-obatan keras di wilayahnya.

“Untuk para pedagang yang masih menjual hal seperti itu, tunggu saja. Saya akan tindak tegas dengan pihak kepolisian. Kita sudah komitmen bahwa kita akan menindak siapapun yang berani-berani masih menjual barang-barang seperti itu, termasuk obat-obatan terlarang dan obat-obatan keras,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top