APER Subang Klaim Program MBG Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Picture of Cecep M yusup

Cecep M yusup

20260703 171226

Subang, Cluetoday.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung oleh pemerintah dinilai tidak hanya berfokus pada perbaikan gizi masyarakat, tetapi juga terbukti efektif dalam menggerakkan roda perekonomian di tingkat akar rumput.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Aliansi Penggerak Ekonomi Rakyat (APER) Subang, Haris Hermawan. Dirinya mengklaim, aliran dana dampak MBG langsung terserap oleh masyarakat luas.

“Program ini sangat bermanfaat, bagus. Banyak masyarakat-masyarakat kecil yang tertolong. Kalau MBG ini diberhentikan, nasib-nasib relawan gimana? Mereka akan menganggur lagi. Kan ini program ini betul-betul menciptakan lapangan pekerjaan sangat banyak,” tegasnya, usai kegiatan Istighosah, pada Jum’at (03/07/26) di halaman Masjid Al-Musabaqoh Subang.

Dalam keterangannya, pihak APER menjelaskan bahwa rantai pasok program MBG ini langsung melibatkan berbagai elemen ekonomi mikro. Uang negara yang dikucurkan mengalir langsung ke kantong-kantong pedagang kecil, peternak, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Ini juga mau menumbuhkan ekonomi ya, karena uang yang mengalir dari APBN ini terserap langsung ke rakyat, di antaranya ke pedagang, peternak, UMKM segala macam,” ujarnya.

Serap Hampir 10.000 Tenaga Kerja
Selain menghidupkan sektor UMKM, program MBG di Subang dinilai membuka lapangan pekerjaan baru. Menurut Ema Ratnasari, tercatat ada sekitar 9.000 hingga hampir 10.000 tenaga kerja yang berhasil terserap ke dalam ekosistem program ini.

Secara persis, sebanyak 9.800 pekerja kini menggantungkan pendapatan mereka dari program nasional tersebut.

Sistem pengupahan yang dilakukan secara berkala—baik per minggu maupun per dua minggu sekali—secara langsung meningkatkan daya beli masyarakat. Para pekerja yang menerima gaji tersebut langsung membelanjakannya kembali ke pasar tradisional.

“Jadi mereka itu kalau gajian per minggu atau per dua minggu, itu bayangkan ya berarti ada uang yang mereka belanjakan lagi ke pasar. Sehingga uang itu ada perguliran di masyarakat,” tambahnya.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top