SUBANG, CLUETODAY.ID —— Rencana pendirian Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Subang perlu diikuti dengan penguatan kolaborasi antara pemerintah, ulama, akademisi, dan masyarakat.
Upaya tersebut dinilai penting agar pencegahan dan pemberantasan narkotika tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum.
Anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Subang, Sadath M. Nur, S.HI., M.H., menyebut keberadaan BNNK perlu diarahkan untuk membangun sistem perlindungan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Menurut Sadath, MUI memiliki ruang untuk terlibat dalam kolaborasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Dengan demikian, ulama dan lembaga keagamaan dapat mengambil peran dalam program pencegahan melalui pendekatan keagamaan dan sosial.
“Kita membutuhkan BNNK bukan hanya untuk menghadirkan institusi penegak hukum di Kabupaten Subang, tetapi untuk membangun sistem perlindungan masyarakat,” ujar Sadath, Rabu (04/11/26).
Ia juga menilai perguruan tinggi perlu dilibatkan dalam pemetaan persoalan narkotika serta penyusunan kajian. Keterlibatan akademisi diharapkan dapat membantu memastikan kebijakan BNNK disusun berdasarkan data dan hasil penelitian.
Selain itu, Sadath mendorong adanya program konkret yang menyentuh langsung masyarakat. Di antaranya melalui pengembangan Desa Bersinar (Bersih Narkoba) serta edukasi pencegahan narkotika berbasis masjid, pesantren, dan keluarga.
Menurutnya, program pencegahan perlu dijalankan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi yang bersifat seremonial.
“Negara hadir melalui penegakan hukum, ulama hadir melalui dakwah, akademisi hadir melalui ilmu pengetahuan, dan masyarakat hadir melalui gerakan pencegahan,” ungkapnya optimis.
Sadath, yang juga merupakan bagian hukum Pegiat Anti Narkoba Indonesia Kabupaten Subang, berharap rencana pembentukan BNNK dapat menjadi momentum untuk memperkuat gerakan pencegahan narkotika hingga tingkat desa dan keluarga.
“Jika semuanya bersinergi, insyaallah kita tidak hanya memerangi narkotika, tetapi juga menyelamatkan masa depan generasi Kabupaten Subang,” pungkasnya.




