SUBANG, CLUETODAY.ID — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Subang melalui Bidang Riset dan Inovasi resmi memulai penilaian tahap kedua Subang Innovation Festival (SIF) Tahun 2026. Penilaian ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 1 hingga 4 September 2026, berlokasi di Aula Bapperida Kabupaten Subang.
Kepala Bapperida Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar, menyampaikan bahwa tahap kedua ini merupakan bagian krusial dalam rangkaian penjaringan serta penilaian inovasi yang digagas oleh para inovator dari bermacam tingkatan.
“Pada tahap kedua ini, SIF terbagi menjadi empat kategori dengan masing-masing kategori terdapat 10 peserta. Hari pertama untuk kategori SMP, hari kedua SMA, hari ketiga mahasiswa, dan hari keempat untuk unit kerja,” ungkap Iwan Syahrul Anwar pada Selasa (01/09/26).
Pada tahapan ini, seluruh peserta yang telah dinyatakan lolos dari tahap pertama diwajibkan untuk memaparkan dan mempresentasikan karya inovasinya secara langsung di depan tim penilai.
“Setiap inovator akan mempresentasikan inovasinya di hadapan dewan juri independen. Alhamdulillah, dewan juri independen kali ini bekerja sama dengan BRIN, sehingga kita mencoba menjaga proses penilaian agar lebih akuntabel dan tidak subjektif,” jelas Iwan.
Setelah tahapan presentasi ini selesai, juri akan menyeleksi peserta terbaik untuk melangkah ke tahap akhir, yaitu tahapan visitasi lapangan.
“Dari setiap kategori yang lolos tahap pertama ada 10 peserta. Nantinya berdasarkan rekomendasi dewan juri akan diambil lima peserta di masing-masing kategori untuk melanjutkan ke tahap berikutnya,” katanya.
Iwan menggarisbawahi bahwa proses visitasi menjadi elemen yang sangat vital guna membuktikan keberadaan serta kebermanfaatan nyata dari inovasi yang dipresentasikan.
“Visitasi ini menjadi bagian yang paling penting karena untuk meyakinkan dewan juri bahwa inovasi yang dilahirkan oleh inovator ini benar-benar menjadi wujud nyata dan memberikan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitarnya, serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Sebagai penyelenggaraan SIF yang ketiga kalinya oleh Bapperida Kabupaten Subang, Iwan berharap kegiatan ini terus menjadi pemicu menguatnya ekosistem inovasi di daerah, yang nantinya berdampak pada peningkatan kualitas pembangunan dan pelayanan publik.
“Harapannya, SIF tahun ini yang merupakan SIF ketiga dari Bapperida, mudah-mudahan ikhtiar dalam membangun ekosistem inovasi bisa terwujud,” tuturnya.
Ia optimistis keterlibatan peserta secara masif mulai dari jenjang pelajar (SMP & SMA), mahasiswa, hingga unit kerja pemerintahan akan menjadi pondasi kokoh bagi pembentukan budaya inovasi di Kabupaten Subang.
“Dari entitas anak-anak sekolah kategori SMP, SMA, mahasiswa, dan unit kerja, mudah-mudahan ekosistem ini dapat tumbuh dan menjadi aspek penting dalam menghadapi tantangan layanan publik pemerintahan di masyarakat yang akan datang,” pungkasnya.











