Karhutla Gunung Bromo Meluas hingga 742 Hektare, Api Mendekati Permukiman Warga

Picture of Redaksi

Redaksi

Jakarta, Cluetoday.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus meluas. Hingga Senin (10/8) malam, area yang terdampak kebakaran tercatat mencapai 742 hektare.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, luasan tersebut merupakan data terbaru yang dihimpun pihaknya.

“Untuk kebakaran Bromo hari ini sudah berdampak pada 742 hektare lahan yang terbakar,” kata Gatot, saat dikonfirmasi.

Operasi pemadaman masih terus dilakukan melalui jalur darat dan udara. Sebanyak tiga helikopter, satu drone, dan delapan unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani titik-titik api.

Sejumlah tim gabungan dari berbagai daerah juga terlibat dalam operasi tersebut.

“Proses pemadaman terus dilakukan dengan menggunakan tiga helikopter, satu drone, delapan pemadam kebakaran dan tim yang terlibat ada Damkar Kota Surabaya, BPBD Mojokerto, BPBD Pasuruan, BPBD Probolinggo, BPBD Lumajang, BPBD Malang, dan BPBD provinsi,” ucapnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut memberikan dukungan dengan mengerahkan dua unit helikopter. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyiagakan satu helikopter untuk membantu proses pemadaman.

Sementara di darat, personel TNI, Polri, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), serta relawan terus melakukan upaya pemadaman dan penanganan kebakaran.

“Dukungan BNPB dua unit helikopter alhamdulillah terus berjalan plus satu helikopter dari Pemprov Jatim dan pastinya dukungan dari tim darat TNI, Polri, maupun TNBTS dan beberapa relawan terus bersinergi untuk pemadaman,” ujarnya.

Gatot mengatakan operasi water bombing saat ini diprioritaskan untuk menangani titik api di area P30, wilayah Dingklik, Kabupaten Pasuruan. Tim juga menyasar lokasi lain yang masih berpotensi memiliki titik api.

“Saat ini water bombing lebih fokus pada area P 30 daerah Dingklik di wilayah Pasuruan serta daerah-daerah yang masih punya potensi ee titik api dengan dilihat dari adanya kepulan asap yang timbul,” ujarnya.

Di sisi lain, kondisi kebakaran dilaporkan semakin mengkhawatirkan karena api mulai mendekati permukiman warga. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur Satriyo Nurseno sebelumnya menyebut vegetasi yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, hingga semak belukar.

Meski kebakaran meluas, hingga kini tidak ada laporan korban jiwa.

Satriyo juga melaporkan api dari titik P30 telah merembet ke arah permukiman warga. Api yang berada di kawasan lembah Dingklik juga terlihat cukup besar.

“Kondisi saat ini api yang berada di P30 telah merembet hingga mengarah ke permukiman warga serta api yang berada di lembah dingklik terlihat cukup besar,” kata Satriyo dikutip dari cnnindonesia.com.

Karhutla di kawasan Bromo diketahui mulai terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Seiring meluasnya kebakaran, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara seluruh akses wisata ke kawasan Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8).

“TNBTS menutup sementara seluruh pintu masuk wisata Gunung Bromo mulai Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan,” ucapnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top