Cetak Kader Berkualitas, PW GP Ansor Jabar Gelar Latihan Instruktur di Cigarukgak

Picture of Cecep M yusup

Cecep M yusup

20260811 155426

SUBANG, CLUETODAY.ID — Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Barat resmi membuka tiga agenda kaderisasi kepemimpinan tingkat lanjut secara serentak di Kampung Wisata Cigarukgak, Desa Sidamulya, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Selasa (11/08/26).

Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu tersebut mencakup Latihan Instruktur (LI) GP Ansor, Kursus Pelatih (Suspelat) Banser, serta Dirosah Wustho Majelis Rijalul Ansor.

Sebanyak 164 peserta yang terkonfirmasi mendatangi mengikuti tersebut. Mayoritas berasal dari utusan Pimpinan Cabang (PC) se-Jawa Barat serta beberapa perwakilan dari DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Addin Jauharuddin, menegaskan bahwa masa depan organisasi maupun bangsa sangat bergantung pada kualitas kader yang dibentuk hari ini, bukan sekadar jumlah keanggotaan semata.

Menurutnya, proses kaderisasi di Ansor merupakan bagian dari sanad panjang keilmuan yang memegang peran sentral dalam menjaga ideologi dan nilai-nilai kebangsaan.

“Seorang instruktur bukan hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga penjaga nilai, ideologi, dan penjaga masa depan. Bangsa yang besar selalu dimulai dari kader yang berkualitas,” tegas Addin.

Ia menambahkan bahwa agenda ini bukan perkara kecil melainkan bagian dari peran warosatul anbiya (pewaris para nabi), sehingga orientasi kaderisasi harus besar dan tidak terbatas pada pencetakan kader secara formalitas belaka.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Subang, Ahmad, menjelaskan bahwa pelaksanaan tiga kegiatan kaderisasi tingkat menengah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan instruktur dan pelatih lokal di tingkat kabupaten/kota.

Mengingat masifnya ritme kaderisasi dasar di tubuh Ansor dan Banser yang berlangsung hampir setiap pekan, ketersediaan tenaga pengajar yang mumpuni menjadi hal yang krusial.

“Kaderisasi di tiap-tiap kabupaten/kota itu masif. Tentunya perlu disiapkan instruktur Ansor, pelatih Banser, dan Kiai Muda untuk Dirosah dari potensi lokal daerah masing-masing. Tidak mungkin seluruh kegiatan kaderisasi hanya diampu oleh satu atau dua orang saja,” ujar Ahmad di lokasi acara.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Subang Agus Masykur, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, dan perwakilan BNPT RI.

Ahmad menambahkan, dipilihnya Subang sebagai tuan rumah menjadi momen strategis untuk menambah keterisian instruktur dan pelatih di wilayahnya.

Dirinya juga mengapresiasi dukungan dari H. Urip Soeprianto terhadap kesuksesan acara tersebut. Terlebih menggunakan Kampung Wisata Cigarukgak yang diiniasi Urip atau Bos Urip.

Ahmad mengungkapkan juga, saat ini Kabupaten Subang mencatat ketersediaan 13 instruktur Ansor dan 15 pelatih Banser.

“Jadi momen ini ya kita manfaatkan apalagi bertempat di Subang, untuk lebih banyak mempersiapkan instruktur,” pungkasnya.

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top