Subang, CLUETODAY.ID — Pemerintah Indonesia memperkuat sistem logistik nasional melalui pengoperasian terminal peti kemas baru di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. Infrastruktur yang dibangun dengan dukungan pemerintah Jepang itu diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang sekaligus memperkuat daya saing sektor logistik nasional.
Berdasarkan laporan NHK WORLD-JAPAN pada 12 Juli 2026, pembangunan terminal tersebut didukung pinjaman pembangunan dari pemerintah Jepang senilai sekitar 1,6 miliar dolar AS. Pelabuhan yang berlokasi lebih dari 100 kilometer di sebelah timur Jakarta itu diproyeksikan menjadi salah satu pusat logistik strategis di Indonesia.
Terminal baru ini memiliki dermaga sepanjang 400 meter dengan kapasitas penanganan hingga 800.000 peti kemas per tahun. Kehadirannya diharapkan dapat mengurangi beban pelabuhan utama di Jakarta yang selama ini menghadapi tekanan akibat meningkatnya arus logistik.
Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) menilai operasional terminal tersebut akan menjadi solusi untuk mengatasi hambatan distribusi barang. Kepala Perwakilan Kantor JICA Indonesia, Takeda Sachiko, menyatakan proyek ini direalisasikan setelah adanya permintaan kuat dari perusahaan-perusahaan Jepang agar fasilitas peti kemas tersebut segera beroperasi secara komersial.
Dengan mulai beroperasinya terminal peti kemas Patimban, JICA berharap pemanfaatan fasilitas dapat dioptimalkan untuk mendukung kelancaran aktivitas impor dan ekspor. Pengembangan ini juga melanjutkan operasional terminal kendaraan di Pelabuhan Patimban yang telah dibuka lebih dahulu pada 2021.
Pemerintah berharap perluasan kapasitas Pelabuhan Patimban dapat mendorong pertumbuhan ekonomi regional, memperkuat rantai pasok nasional, serta meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi asing.











