SUMEDANG, CLUETODAY.ID — Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat acap kali membawa angin segar bagi perubahan. Langkah inilah yang kini tengah dirajut oleh puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Riyadhul Jannah Subang saat menapakkan kaki di Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (14/07/26).
Kedatangan mereka untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 disambut hangat oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Tanjungmedar, para kepala desa, hingga warga setempat. Di balik kehangatan sambutan tersebut, terselip sederet persoalan riil yang menanti sentuhan pemikiran para akademisi muda ini.
Pemerintah Kecamatan Tanjungmedar tidak sekadar menyambut secara seremonial. Melalui Sekretaris Kecamatan Tanjungmedar, Asep Sulaeman Firdaus, A.KS., M.Si., pihak pemerintah menitipkan tiga kegelisahan utama yang saat ini membayangi wilayah mereka: persoalan akut sampah, ancaman krisis moral, hingga urusan kesehatan warga.
Asep menjabarkan bahwa fokus utama penanganan sampah di Kecamatan Tanjungmedar saat ini memerlukan solusi konkret. Tak hanya itu, ia juga mengutarakan kekhawatiran mendalam terkait kasus LGBT.
Sebagai benteng pertahanan sosial, penguatan nilai-nilai keagamaan dinilai mendesak untuk ditanamkan kuat-kuat di Tanjungmedar, di samping perlunya menanamkan perubahan mindset masyarakat untuk menjaga kesehatan.
Menjawab Tantangan Zaman
Guna menjawab tantangan tersebut, KKN tahun ini sengaja mengusung tema yang relevan dengan dinamika perdesaan modern: “Meningkatkan Literasi Digital, Pendidikan Keagamaan, Pemberdayaan UMKM Digital, Pengembangan Desa Berbasis Teknologi, Pengelolaan Sampah, serta Upaya Pengentasan Kemiskinan dan Penurunan Stunting di Kecamatan Tanjungmedar.”
Tema besar ini menjadi cetak biru bagi mahasiswa untuk menelurkan berbagai program kerja. Mereka dijadwalkan bergerak mulai dari penguatan literasi digital, pendampingan UMKM berbasis teknologi, edukasi tata kelola sampah, hingga ikut mengintervensi program nasional seperti penurunan angka stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrim di desa-desa.
Ketua STAI Riyadhul Jannah Subang, Dr. Endah Robiatul Adawiyah S.Fil.I., M.E, menekankan momentum ini merupakan pengejawantahan sejati dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. KKN, lanjutnya, adalah jembatan yang menghubungkan teori di ruang kelas dengan realitas sosial di lapangan.
“KKN bukan hanya sekedar kegiatan akademik, tetapi merupakan wadah pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, memperkuat nilai-nilai keislaman,” kata Endah dalam sambutannya.
Di akhir prosesi penerimaan, Endah secara resmi menitipkan para mahasiswanya kepada otoritas pemerintah kecamatan agar dibimbing dan didukung penuh hingga seluruh rangkaian pengabdian usai.
Kolaborasi tripartit antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan warga lokal ini diharapkan tidak mandek sebagai program musiman. Sinergi ini ditargetkan mampu mendorong pembangunan desa di Tanjungmedar yang inovatif, berkelanjutan, dan memberikan dampak kesejahteraan yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Serta membangun kepedulian sosial melalui pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.










