SUBANG, CLUETODAY.ID –Di tengah lonjakan investasi yang luar biasa, Pemerintah Kabupaten Subang kini membidik kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal sebagai prioritas utama. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, menegaskan bahwa tingginya nilai investasi yang masuk harus dibarengi dengan kompetensi tenaga kerja setempat agar warga Subang tidak hanya menjadi penonton.
Langkah strategis pun diambil. Usai membuka Subang Investment Forum (SIF) 2026 di Aula Oman Syahroni, Rabu (24/06/26).
Kang Rey menyatakan pihaknya langsung merangkul sektor pendidikan tinggi untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja modern di Subang.
“Makanya hari ini kita undang Perguruan Tinggi untuk menyiapkan SDM, agar 5-10 tahun ke depan kita sudah punya lulusan yang sesuai kebutuhan industri. Siapkan jurusan yang sesuai dengan industri yang masuk di Kabupaten Subang” jelasnya.
Investasi Meroket, Kesiapan SDM Jadi Tantangan
Kabupaten Subang sebenarnya mengukir prestasi gemilang pada tahun 2025 dengan realisasi investasi menembus Rp18,2 triliun—tertinggi di Kawasan Rebana dan melampaui target provinsi. Namun, Kang Rey mengaku sedih karena angka pengangguran terbuka di Subang masih berada di kisaran 65 ribu orang. Bagi dia, pertumbuhan ekonomi dari investasi baru benar-benar berhasil jika SDM lokal mampu menyerapnya.
“Walau Subang merupakan salah satu daerah realisasi investasi tertinggi di Rebana, tapi terus terang Saya sedih, belum berbahagia, karena masih banyak anak kita yang belum keterima kerja di industri, masih banyak pengangguran kita. Karena bagi saya investasi tinggi, pengangguran harus menurun” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia memberikan jaminan kemudahan bagi para investor, dengan syarat mutlak: wajib membuka pintu lebar-lebar bagi tenaga kerja lokal yang kompeten.
“Saya tegaskan, saya hanya minta satu hal, Di kepemimpinan Saya, Saya tidak pernah mempersulit investor atau memungut satu peserpun dari investor, karena permintaan saya hanya satu, yaitu saya ingin seluruh industri yang masuk Kabupaten Subang harus mempekerjakan tenaga-tenaga orang Subang” tegasnya.
Sistem Satu Pintu dan Pemangkasan Outsourcing
Selain menyiapkan strategi jangka panjang melalui penyesuaian program studi di politeknik dan perguruan tinggi, Pemkab Subang bersama Pemprov Jawa Barat juga tengah merancang solusi jangka pendek untuk mempermudah akses penyerapan SDM.
Sebuah wadah pencarian kerja satu pintu sedang digodok demi menciptakan ekosistem rekrutmen yang transparan, bersih, dan langsung berdampak pada masyarakat.
“Jangka pendek, Pemda dengan Provinsi sudah membuat sistem satu pintu, yang di dalamnya ada proses seleksi, agar tidak ada lagi pencari kerja yang harus melalui outsourcing.” pungkas Kang Rey.











