Subang, CLUETODAY.ID — Kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Subang bakal kosong pertengahan tahun ini. Asep Nuroni memasuki masa purna tugas.
Siapa penggantinya? Sekda adalah orkestrator birokrasi. Dia yang mengatur irama ribuan ASN.
Cluetoday telah menghimpun informasi. Setidaknya sudah ada lima nama yang dikabarkan menjadi calon dan berminat jadi Sekda.
Nama pertama: Heri Sopandi. Jabatan mentereng: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kenapa Heri kuat?
Dia memimpin dinas dengan anggaran paling jumbo di Subang. Anak buahnya paling banyak. Ribuan guru dan tenaga pendidik sampai pelosok desa.
Kalau Heri biasa mengurusi keruwetan dunia pendidikan yang anggarannya triliunan, memimpin seluruh dinas di Subang tentu bukan hal baru baginya.
Manajerial makronya sudah teruji oleh beban kerja yang raksasa. Heri juga dinilai dekat dengan lingkaran politik Bupati.
Lalu ada nama Rona Meiransyah. Dia Kepala Disnakertrans dan ESDM. Dinas yang lagi seksi-seksinya. Rona dinilai jadi jembatan antara kepentingan perut buruh lokal dengan syahwat investasi global.
Kalau Subang butuh Sekda yang paham betul bagaimana menjaga stabilitas industri dan lincah berdiplomasi dengan investor, Rona punya tiket itu.
Terdapat pula Dikdik Solihin. Posisinya strategis: Kepala DPMPTSP. Urusan perizinan dan investasi satu pintu. Masuknya nama Dikdik ke bursa adalah rapor hijaunya dalam urusan kemudahan berusaha di Subang.
Dia yang memoles wajah Subang agar terlihat seksi dan ramah di mata penanam modal, baik lokal maupun asing. Birokrasi masa kini butuh sentuhan modern, cepat, dan bersih dari pungli.
Dikdik punya portofolio untuk membangun sistem yang seperti itu. Di era Dikdik, investasi yang masuk ke Subang naik signifikan.
Nah, ini yang menarik. Ada satu-satunya srikandi: Yeni Nuraeni. Jabatannya tidak main-main, Kepala Bapenda. Penjaga gawang dompet daerah. Yeni menjadi calon kuat karena penguasaannya atas postur APBD Subang.
Dia tahu persis dari mana uang masuk dan ke mana uang harus keluar. Sebagai Sekda, tugas beratnya nanti adalah menjadi Ketua TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah).
Di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, keahlian Yeni menggenjot PAD sangatlah mahal harganya.
Kandidat kelima adalah Rahmat Efendi. Sekarang menjabat Asisten Daerah 1 (Asda 1). Dari sisi struktur birokrasi, Rahmat ini yang paling dekat jalurnya. Dia sudah duduk tepat satu jengkal di bawah Sekda.
Rahmat dinilai sudah terbiasa mengoordinasikan berbagai dinas teknis dan paham betul anatomi konflik regulasi di Subang. Dia tidak perlu waktu untuk belajar lagi. Begitu dilantik, langsung tancap gas karena birokrasi sudah di luar kepalanya.










