Jakarta, CLUETODAY.ID — Satpam bernama Victor Harefa akhirnya angkat bicara terkait insiden cekcok dengan pengemudi Toyota Alphard di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, yang viral di media sosial.
Melalui video klarifikasi yang beredar pada Kamis (23/7/2026), Victor mengaku sempat mendapat makian, merasa terpojok, hingga akhirnya bersujud meminta maaf kepada pengemudi Alphard tersebut.
“Kalau saya yang salah di sini, saya pribadi saya minta maaf. Tetapi pihak yang satunya belum minta maaf atau sok benar semuanya,” ujar Victor dalam video klarifikasinya.
Menurut Victor, peristiwa bermula saat ia membantu pejalan kaki menyeberang di Bundaran HI. Ketika lampu lalu lintas berubah merah, sebuah Toyota Alphard disebut tetap melaju. Victor kemudian mengetuk kaca mobil untuk menegur pengemudi.
Tak lama setelah itu, pengemudi bersama dua penumpangnya turun dari mobil. Victor mengaku sempat didorong oleh ketiganya dan mengajak mereka menyelesaikan persoalan di pos polisi terdekat.
“Nah, karena pospolnya ada di depan bundaran sebelah kiri, saya bawa mereka ke situ. Dan sambil dorong-dorong saya di jalan, ‘Mana pospolnya? Ayo ke pospol! Saya tidak takut, saya juga aparat’,” katanya.
Sesampainya di pos polisi, Victor mengaku salah satu dari ketiga orang tersebut mengaku sebagai aparat sambil menunjukkan kartu tanda anggota (KTA).
Victor kemudian menjelaskan kronologi kejadian kepada kepala pos polisi. Namun, ia mengaku justru dinyatakan bersalah karena mengetuk kaca mobil.
“Setelah saya sudah memberitahu kronologinya, dan kepala pospolnya menyampaikan ke saya, ‘Kamu salah. Kamu tidak ada hak untuk memukul kaca mobil,'” ucap Victor.
Ia mengatakan situasi tersebut membuat dirinya semakin tertekan. Menurut Victor, pihak pengendara sempat menanyakan vendor tempatnya bekerja dan mengancam akan melaporkannya agar diberhentikan.
Merasa tidak memiliki jalan keluar, Victor akhirnya memilih meminta maaf.
“Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf. ‘Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas’,” ungkapnya.
Victor juga mengaku, meski telah meminta maaf, dirinya masih dimaki, diminta melakukan push-up, dan kerah bajunya sempat diangkat oleh sopir Alphard saat hendak meninggalkan pos polisi.







