Subang, CLUETODAY.ID — Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tengah bersiap menggelar acara Subang Investment Forum (SIF) 2026.
Gelaran SIF 2026 ini direncanakan akan berlangsung pada bulan Juni mendatang. Gelaran ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mewujudkan visi Bupati Subang mendukung masuknya para investor demi menjadikan Subang lebih maju dan menjadi magnet investasi di kancah global.
“Realisasi investasi di Kabupaten Subang di mana dari tahun ke tahun itu semakin melejit direalisasikan ini sangat besar,” ujar Kepala DPMPTSP Subang, Dikdik Solihin, pada Rapat Koordinasi SIF, Rabu (05/05/26).
Tercatat, realisasi investasi di Kabupaten Subang terus mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Pada tahun 2025, capaian investasi berhasil menembus angka Rp 18,2 triliun, hampir dua kali lipat melampaui target awal yang ditetapkan sebesar Rp 10,5 triliun. Memasuki tahun 2026, pemerintah daerah membidik target investasi yang semakin tinggi yakni sebesar Rp 19,2 triliun.
SIF kali ini mengusung tema Connecting Investment, Empowering Local Economy, Subang Investment Forum 2026 merupakan bentuk terbaru dari agenda tahun-tahun sebelumnya yang bernama Subang Investment Summit.
Meski skalanya disederhanakan menjadi forum, esensi acara ini ditekankan sebagai wadah pertukaran gagasan dan pencarian solusi, bukan sekadar acara seremonial semata.
Forum ini dirancang untuk mempertemukan langsung pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, investor, perbankan, hingga aktor ekonomi lokal guna membedah berbagai tantangan dan kebutuhan industri.
Salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan tahun ini adalah komitmen kuat untuk memberdayakan ekonomi lokal (empowering local economy) agar masyarakat dan pengusaha lokal di Subang tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya pertumbuhan industri.
Pihak penyelenggara mendorong terciptanya kemitraan nyata antara industri besar dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pelibatan aktif Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam penyediaan fasilitas kawasan seperti air, gas, dan infrastruktur lainnya.
Melalui kolaborasi erat lintas sektor ini, diharapkan iklim investasi di Kabupaten Subang tetap kondusif dan berkelanjutan. Gaung acara ini dipercaya dapat semakin menarik minat investor global untuk menanamkan modalnya, yang pada akhirnya akan membawa dampak positif yang luas bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Subang.
“Kita kolaborasi dengan berbagai sektor untuk mendukung dan menjaga investasi di Kabupaten Subang. Juga berdampak positif untuk kesejahteraan rakyat,” lanjutnya.











