Deny “Oddo” dan Konsistensi Hidupkan “Ruh Kreatif” Gedong Sinder Kasomalang

Picture of Cecep M yusup

Cecep M yusup

whatsapp image 2026 03 16 at 15.49.40

SUBANG, CLUETODAY.ID — Di balik kokohnya dinding tua bergaya kolonial di Kasomalang, Subang, denyut nadi kreativitas pemuda kini berdetak lebih kencang.

Gedong Sinder Creative Center, nama yang diberikan dari sekelompok pemuda Kasomalang. Bangunan bersejarah saksi bisu era perkebunan masa lalu, kini tak lagi sekadar tumpukan batu bata tua tak bernyawa.

Di tangan Deny Oddo, gedung ini kembali menemukan “ruh”-nya sebagai episentrum pergerakan pemuda.

Kiprah Deny Oddo dalam dunia komunitas bukanlah instan. Sejak tahun 2002, ia telah malang melintang di berbagai lini pergerakan di Subang. Mulai dari kecintaannya pada budaya otomotif lewat komunitas Vespa, kepeduliannya terhadap isu lingkungan, keterlibatannya di dunia politik, hingga dedikasi tanpa henti di sektor kepemudaan.

Bagi Deny, komunitas bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan alat untuk menciptakan perubahan sosial. Konsistensi selama lebih dari dua dekade inilah yang membentuk karakter kepemimpinannya dalam mengelola ekosistem kreatif di Kasomalang.

Termasuk di bulan Ramadan ini, mereka membuat Kampung Ramadan Gedong Sinder 1447 Hijriah. Isinya seperti panggung musik religi, diskusi, pengajian, hingga menjadi tuan rumah Safari Ramadan Bupati Subang Reynaldy.

Salah satu hal yang paling menonjol dari perjuangan Deny di Gedong Sinder adalah prinsip kemandirian. Alih-alih hanya berpangku tangan menunggu bantuan, Deny memilih jalur “berdikari”.

“Itu panggung, alat musik, hasil kalau dapat uang dari manggung. Ngeureuyeuh wae,” kata Deny.

Fasilitas yang kini dinikmati pemuda di Gedong Sinder—mulai dari panggung pertunjukan, sistem suara (sound system), hingga alat musik—bukanlah pengadaan instan. Semuanya dikumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil “nabung” uang manggung. Setiap tetes keringat di atas panggung ia konversi menjadi investasi alat untuk regenerasi pemuda di tanah kelahirannya.

“Gedong Sinder ini ruang bagi siapa saja yang ingin berkarya tanpa harus merasa terbatasi oleh fasilitas,” ujarnya.

Meski mengedepankan kemandirian, Deni memahami bahwa akselerasi perubahan memerlukan sinergi. Langkahnya menghidupkan Gedong Sinder mendapat apresiasi dan dukungan dari Ahmad Buhori, Anggota DPRD Kabupaten Subang.

Dukungan ini menjadi penguat bagi ekosistem kreatif di Kasomalang agar tetap berkelanjutan dan memiliki payung aspirasi yang jelas.

Kini, Gedong Sinder telah bertransformasi menjadi wadah ekspresi yang inklusif. Di bawah arahan Deny Oddo, tempat ini diharapkan melahirkan talenta-talenta baru yang tidak hanya jago dalam seni dan kreativitas, tetapi juga memiliki karakter kuat seperti sejarah yang melingkupi bangunan tersebut.

Deny Oddo telah membuktikan bahwa dengan konsistensi dan kemandirian, bangunan tua yang mati bisa kembali hidup, memberi ruang bagi masa depan pemuda Subang yang lebih cerah.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top