SUBANG, CLUETODAY.ID — Sebanyak 28 klub sepak bola yang tercatat sebagai anggota resmi Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Subang dipastikan siap bersaing ketat. Puluhan klub tersebut akan memperebutkan takhta juara dalam kompetisi kelompok umur bergengsi, Piala Soeratin U13 dan U15 Tingkat Kabupaten Subang Tahun 2026.
Kepastian jumlah peserta ini mengemuka dalam agenda Manager Meeting yang digelar oleh PSSI Kabupaten Subang pada Selasa (30/06/26). Pertemuan tersebut fokus membahas teknis pertandingan menjelang sepak mula (kick-off) yang rencananya akan digulirkan pada pertengahan bulan Juli 2026.
Sekretaris PSSI Kabupaten Subang, Nugraha Wibawa, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme luar biasa dari puluhan klub yang siap meramaikan turnamen rutin tahunan ini. Kompetisi ini menjadi krusial karena sang juara akan menjadi wakil resmi Kabupaten Subang di Piala Soeratin tingkat Jawa Barat.
“Peserta terdiri dari 28 klub anggota PSSI Kabupaten Subang, yang sudaj disahkan dalam kongres yang telah dilaksanakan beberapa bulan lalu,” kata Nugraha.
Peningkatan Kualitas Kompetisi dan Syarat Ketat Pelatih
Dengan partisipasi 28 klub tersebut, Ketua PSSI Subang, Hendra ‘Boeng’ Purnawan, menegaskan bahwa kualitas penyelenggaraan Piala Soeratin tahun ini harus jauh meningkat. Salah satu indikatornya adalah standardisasi juru taktik di pinggir lapangan yang wajib mengantongi lisensi resmi.
“Kemarin kami sudah melaksanakan Kursus Kepelatihan Sepek bola Lisensi D yang diikuti 60 peserta. Begitupun Lisensi C yang diikuti 10 oranga. Untuk Piala Soeratin ini, lisensi pelatihnya masih dikaji apakah D atau C. Intinya semua wajib berlisensi,” tegas Hendra.
Selain masalah lisensi pelatih, PSSI Subang juga melakukan gebrakan dari sisi pengadil lapangan. Guna menjaga sportivitas dan objektivitas di tengah persaingan ketat 28 klub nantinya, struktur perwasitan yang baru dibentuk akan mendatangkan wasit dari luar daerah.
“Kami akan mendatangkan wasit dari luar Subang, untuk Piala Soeratin tahun ini,” ujarnya menambahkan.
Terkait aturan main, Hendra menjelaskan bahwa meski regulasi resmi dari PSSI Jawa Barat belum turun, acuan kompetisi dipastikan tidak akan jauh berbeda dari musim sebelumnya.
“Kami akan selenggarakan Piala Soeratin U13 dan U15 pada pertengahan bulan Juli 2026. Mohon doa dan dukungan untuk kelancaran penyelenggaraan Piala Soerati dan kompetisi sepak bola lainnya di tahun 2026 ini,” tuturnya.
Di sela-sela pembahasan persaingan 28 klub tersebut, Nugraha Wibawa juga memohon doa restu dari masyarakat Subang untuk tim Popwil Kabupaten Subang yang saat ini tengah berjuang di Karawang.
“Ada sisa dua pertandingan lagi untuk Kabupaten Subang di hari Kamis melawan Kabupaten Bekasi dan Jumat melawan Kota Cimahi,” ungkapnya. Setelah Popwil, fokus akan bergeser ke tim Porprov Kabupaten Subang yang akan memulai Training Center (TC) pada 7 Juli 2026.
“Kami mohon doa kepada masyarakat Kabupaten Subang untuk kelancaran dan kemudahan, dalam persiapan dan pelaksanaan Porprov,” tambahnya.
Mengenai persiapan Porprov XV, Hendra ‘Boeng’ memberikan peringatan keras dan ketegasan kepada para pemain agar mendahului kepentingan daerah di atas klub.
Ia menyatakan bahwa jika ada pemain yang menolak panggilan daerah dan memilih bertahan di klub, PSSI Subang tidak segan-segan menjatuhkan sanksi berupa surat banned dari seluruh kompetisi resmi PSSI.
“Bagi kami, nama Kabupaten Subang lebih sakral untuk diperkuat dan diharumkan dalam ajang Porprov XV,” tegas Hendra











