17 Santri Muda Subang Ikuti Pembekalan Jelang Studi ke Mesir

Picture of Cecep M yusup

Cecep M yusup

img 20260810 wa0027

SUBANG, CLUETODAY.ID — Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Subang dan Forum Pondok Pesantren (FPP) Subang memberangkatkan 17 santri kader ulama muda dari berbagai pesantren dan Madrasah Aliyah untuk mengikuti program pembinaan Kader Insan Peradaban jelang studi di Mesir.

Pelepasan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan pelaksanaan apel pagi di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Subang pada Senin (10/08/26).

Acara pelepasan dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag Kabupaten Subang, Badruzaman, dan Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Subang Ahmad Sobari Al Fauzy.

Ketua FPP Kabupaten Subang, Kyai Ahmad Sobari Al Fauzy, menjelaskan para kader ulama terpilih ini akan diberangkatkan ke Al-Azhar University, Mesir.

Sebelum itu, mereka wajib mengikuti program pembinaan intensif terlebih dahulu selama tiga bulan di Pondok Pesantren Peradaban Al-Amin, Pameungpeuk, Garut.

“Tujuan program ini, nanti kita yang kaderisasi ini, dibina dulu di pesantren Peradaban Al-Amin Pameungpeuk Garut. Dibina SDM-nya, setelah itu nanti diberangkatkan ke Al-Azhar Kairo,” ujar Ahmad Sobari.

Selama tiga bulan di Garut, para peserta akan digembleng dengan berbagai pendalaman materi keagamaan, seperti ilmu Nahwu, Shorof, pemahaman Kitab Kuning, serta penguasaan bahasa meliputi Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Program pembinaan tersebut merupakan kolaborasi antara Forum Pondok Pesantren Subang, Aswaja Institute, dan Pondok Pesantren Peradaban Al-Amin Pameungpeuk Garut.

Tidak hanya penguatan akademis dan spiritual, para kader juga dibekali dengan keterampilan praktis (skill) kewirausahaan. Seperti pelatihan di bidang perikanan, pertanian, hingga perkebunan agar para calon ulama memiliki kemandirian ekonomi.

Ia menegaskan, seluruh kader yang dikirim ke Al-Azhar Kairo wajib untuk kembali ke Kabupaten Subang untuk menyebarkan ilmu yang mereka dapatkan selama studi di negeri para nabi itu.

“Setelah dari Kairo harus kembali ke pesantren masing-masing di Subang untuk mengabdi dan menyebarkan ilmu yang telah didapat di Al-Azhar. Ini adalah regenerasi ulama Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) di Kabupaten Subang,” tuturnya.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top