Wabup Agus: UMKM Subang Harus Naik Kelas!

Picture of Cecep M yusup

Cecep M yusup

img 20260812 wa0065

SUBANG, CLUETODAY.ID — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Subang dituntut untuk terus bertransformasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mampu bersaing serta naik kelas.

Semangat mendorong kemandirian dan inovasi UMKM ini menjadi fokus utama pada peringatan Milangkala ke-11 UMKM Nasional Tahun 2026 tingkat Kabupaten Subang yang berlangsung di PLUT UMKM Kabupaten Subang, Rabu (12/08/26).

​Sebagai langkah konkret mendorong UMKM naik kelas melalui digitalisasi, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang meluncurkan SILADU (Sistem Informasi Layanan Data UMKM).

Sistem ini menghubungkan pelaku UMKM, Pemerintah Daerah, dan pihak perbankan guna mempermudah pendataan serta mempercepat pengembangan usaha.

​Kepala DKUPP Kabupaten Subang, Yeni Nuraeni, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) para pelaku usaha agar tidak terjebak dalam keterbatasan.

​“Di tengah kondisi dan keterbatasan saat ini, kita harus kembangkan mindset kita bagaimana caranya UMKM bisa naik kelas” ungkapnya.

​Hj. Yeni menambahkan, kemajuan teknologi digital saat ini mewajibkan para pelaku usaha untuk adaptif dalam memanfaatkan IT, terutama untuk memperluas jangkauan pasar.

​“Mau tidak mau harus dapat mengikuti zaman. Pelaku UMKM harus menguasai IT karena saat ini semuanya serba digital, terutama dalam pemasaran produk” jelasnya.

​Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Subang yang akrab disapa Kang Akur menyoroti bahwa masalah pemasaran masih menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan agar UMKM benar-benar bisa naik kelas.

Pemerintah Daerah berencana mengoptimalkan titik-titik strategis seperti rest area dan kawasan wisata sebagai saluran pemasaran produk lokal.

​“Permasalahan UMKM saat ini adalah pada pemasarannya. Ini juga menjadi PR bagi Pemerintah Daerah. Kita akan optimalkan pada rest area dan tempat wisata untuk optimalisasi pemasaran produk-produk UMKM” terangnya.

​Meski demikian, Kang Akur mengapresiasi peningkatan mutu dan estetika produk UMKM Subang yang dinilainya menunjukkan tren positif menuju level yang lebih tinggi.

​“Yang awalnya hanya pakai plastik biasa, sekarang packaging-nya sudah bagus dan menarik. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM di Kabupaten Subang sudah naik kelas” tuturnya.

​Guna memperkuat daya saing, kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan ditingkatkan untuk memanfaatkan potensi tingginya arus wisatawan yang berkunjung ke Subang, sehingga produk unggulan daerah yang dipasarkan semakin beragam.

​“Mudah-mudahan kolaborasi antara Dinas DKUPP dengan Provinsi Jawa Barat dapat berjalan dengan baik sehingga tidak hanya nanas yang menjadi produk unggulan UMKM yang dipasarkan di ruas jalan provinsi. Terlebih saat weekend, ruas jalan menuju wisata di Kabupaten Subang padat oleh wisatawan” paparnya.

​Di akhir perhelatan, Kang Akur menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh pelaku usaha yang tetap tangguh bertahan dan terus berinovasi di tengah tantangan ekonomi.

​“Di tengah persoalan secara mikro dan makro yang memengaruhi UMKM, tetapi UMKM Subang tetap bertahan, selalu ada di setiap event yang diselenggarakan, dan dapat naik kelas” jelasnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top