أخبار قريبة. رؤية واسعة.
عاجل

Subang Dapatkan 1.372 Program Bedah Rumah, Menteri Ara: Manfaatnya Kembali ke Rakyat, Ayo Kita Gaspoll!!!

whatsapp image 2026 10 06 at 07.20.17

SUBANG, CLUETODAY.ID — Kabupaten Subang mendapatkan alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang melonjak drastis pada tahun 2026.

Melalui percepatan Program 3 Juta Rumah yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto, Subang resmi mendapatkan kuota sebanyak 1.372 unit rumah—meningkat lebih dari lima kali lipat dibandingkan alokasi tahun sebelumnya yang hanya 250 unit rumah.

 

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung pelaksanaan program BSPS di Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Senin (05/10/26) sore.

 

Dalam kunjungan tersebut, Menteri yang akrab disapa Menteri Ara ini melihat langsung kondisi rumah Calon Penerima Bantuan (CPB) sekaligus menyaksikan simulasi Pemilihan Terbuka Toko (PTT) atau Tender Rakyat untuk memastikan pengadaan bahan bangunan berlangsung transparan.

 

“Kami membawa program yang luar biasa. Hari ini lebih dari Rp400 miliar KUR Perumahan berputar di Subang dan program bedah rumah sebanyak 1.372 unit untuk Subang. Ayo kita gaspol!” ujar Menteri Ara.

 

Ribuan alokasi bedah rumah di Subang tersebut tersebar di 18 kecamatan dan 35 desa. Khusus di Kecamatan Pagaden sendiri, kuota BSPS tahun 2026 mencapai 38 unit rumah.

 

Lonjakan ini sejalan dengan posisi Provinsi Jawa Barat yang tahun ini menjadi daerah dengan alokasi BSPS terbesar secara nasional, yakni mencapai 49.229 unit rumah.

 

Saat meninjau lokasi, Menteri PKP mendatangi rumah Madi (buruh harian lepas) dan Juleha (ibu rumah tangga) di Desa Gambarsari. Berdasarkan verifikasi lapangan, rumah kedua warga tersebut memang mengalami kerusakan berat pada komponen utama seperti struktur dan rangka atap, sehingga sangat layak menerima bantuan BSPS.

 

Pelaksanaan bedah rumah di Subang dijadwalkan berlangsung mulai 7 Oktober hingga 7 Desember 2026. Namun, Menteri PKP meminta agar pekerjaan dapat dimulai lebih cepat agar manfaatnya bisa segera dirasakan warga. Ia juga menekankan agar masyarakat penerima bantuan tidak dibebani pungutan apa pun.

 

“Presiden Prabowo meminta kepada para menterinya untuk membuat aturan yang mempermudah dan anggarannya jelas harus transparan,” tegas Menteri Ara.

 

Guna memastikan transparansi tersebut, Kementerian PKP menggelar simulasi Pemilihan Terbuka Toko (PTT) yang diikuti oleh TB Almira Utama Jaya dan TB Sumber Rejeki. Dari proses tender terbuka ini, diperoleh efisiensi anggaran sebesar Rp12.186.000 dengan TB Almira Utama Jaya terpilih sebagai penyedia material.

 

Selain memperbaiki kualitas hunian warga Subang, Menteri Ara menilai program BSPS memiliki multiplier effect yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan transaksi di warung dan toko bangunan, hingga menggerakkan perekonomian lokal.

 

Di akhir peninjauannya, Menteri PKP meminta BP3KP Jawa 2 meningkatkan sosialisasi dan pengawasan, serta mengajak masyarakat Subang untuk aktif mengawal jalannya program strategis ini demi memastikan pelaksanaannya tepat sasaran, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya.

“Program ini adalah program untuk rakyat. Karena itu harus transparan, terbuka dan tidak dipungut biaya apa pun. Sisa efisiensi anggaran akan kami kembalikan kepada rakyat untuk menjadi bantuan kembali,” tambahnya.

DITULIS OLEH

Cecep M Yusup

Artikel penulis

Buletin Redaksi ClueToday

Dapatkan rangkuman analisis mingguan, kabar daerah, dan perspektif mendalam langsung di kotak masuk Anda.

Tanggapan pembaca

Alamat email Anda tidak dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.