SUBANG, CLUETODAY.ID —— PT Meiloon Technology Indonesia menggelar pelatihan bahasa Mandarin dan instrumentasi kontrol bagi warga Desa Gembor dan Desa Sembung, Kabupaten Subang.
Program yang difasilitasi Balai Latihan Kerja (BLK) CEVEST Bekasi ini diikuti 32 peserta sebagai upaya meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal di tengah perkembangan kawasan industri.
Sebanyak 32 peserta tersebut terbagi dalam dua program pelatihan. Masing-masing 16 orang mengikuti pelatihan bahasa Mandarin dan 16 orang lainnya mengikuti pelatihan instrumentasi kontrol.
HRD Manager PT Meiloon Technology Indonesia, Reza, mengatakan program tersebut dilatarbelakangi pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar kawasan industri.
Menurutnya, pertumbuhan industri perlu diiringi dengan peningkatan kompetensi warga setempat agar mereka memiliki bekal untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja.
“Kalau SDM-nya berkembang, perusahaan berkembang, pemerintah juga berkembang, dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” ujar Reza, Senin (02/11/26).
Menurut Reza, pendidikan dan pelatihan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk memasuki dunia kerja. Peningkatan keterampilan juga diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar kawasan industri.
Pelatihan bahasa Mandarin dipilih untuk meningkatkan kemampuan komunikasi peserta, sedangkan instrumentasi kontrol berfokus pada pengenalan keterampilan teknis. Kedua bidang tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi peserta ketika mencari pekerjaan.
Reza menjelaskan, kesiapan calon tenaga kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Kemampuan dasar, kedisiplinan, kemauan belajar, dan adaptasi juga menjadi faktor penting dalam menghadapi lingkungan kerja.
“Yang penting ada kemauan untuk belajar dan diberikan kesempatan untuk berlatih. Pengetahuan teknis bisa dipelajari secara bertahap,” jelasnya.
Ia menambahkan, kemampuan berbahasa asing juga perlu diasah melalui praktik, bukan hanya pembelajaran teori. Dengan membiasakan diri berbicara, peserta diharapkan dapat mengembangkan kemampuan komunikasi secara bertahap.
Meski demikian, Reza menegaskan bahwa keikutsertaan dalam pelatihan tidak menjamin peserta langsung diterima bekerja di PT Meiloon Technology Indonesia. Kesempatan kerja tetap bergantung pada ketersediaan lowongan, kesesuaian kompetensi, dan hasil seleksi yang berlaku.
Karena itu, program ini diarahkan untuk memperkuat bekal keterampilan peserta agar memiliki kesiapan lebih baik ketika melamar pekerjaan, baik di PT Meiloon maupun perusahaan lain yang membutuhkan kompetensi serupa.
Pengamat Sosial, Megi Akbar Setiawan, turut menyoroti pentingnya pengembangan keterampilan vokasi bagi masyarakat. Menurutnya, pelatihan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal dalam menghadapi kebutuhan industri.
“Ini untuk meningkatkan vokasi dan meningkatkan keterampilan,” ujarnya.




