Близкие вести. Широкий взгляд.
МОЛНИЯ

Serangan Rudal Houthi di Yaman Tewaskan 53 Orang, 200 Lainnya Terluka

iran crisis saudi yemen shabwa
Krisis di Yaman Selatan. Foto: Reuteurs via Al jazeera.

Shabwa, Yaman Selatan — Serangan rudal balistik kelompok Houthi terhadap kamp militer al-AIam di Provinsi Shabwa, Yaman selatan, menewaskan sedikitnya 53 orang dan melukai sekitar 200 lainnya. Korban merupakan anggota baru pasukan keamanan yang sedang mengikuti latihan militer.

Serangan tersebut terjadi pada Senin. Juru bicara pasukan pemerintah Yaman menyebut kelompok Houthi meluncurkan tiga rudal balistik ke kamp yang menjadi lokasi pelatihan para rekrutan baru.

Jumlah korban meningkat signifikan setelah laporan awal menyebut sedikitnya 18 orang tewas dan lebih dari 30 lainnya terluka. Otoritas setempat di Shabwa kemudian memperbarui data korban menjadi 53 orang meninggal dunia dan 200 orang mengalami luka-luka, sebagaimana dilaporkan sejumlah kantor berita.

Pemerintah Yaman Janjikan Respons Tegas

Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, menyatakan bahwa para korban merupakan anggota baru yang tengah menjalani pelatihan. Ia berjanji akan memberikan respons tegas terhadap serangan tersebut.

“Menargetkan para rekrutan mencerminkan pendekatan milisi Houthi yang beralih ke serangan teroris ketika berada di bawah tekanan,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan sikap pemerintah Yaman yang menilai serangan terhadap para rekrutan sebagai tindakan terorisme. Namun, serangan ini juga memperlihatkan meningkatnya risiko bagi fasilitas militer di tengah konflik yang kembali memanas di negara tersebut.

Houthi Akui Serangan, Sebut Pangkalan Militer Didukung Arab Saudi

Jurnalis Al Jazeera, Yousef Mawry, yang melaporkan dari Sanaa, mengatakan kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap kamp militer tersebut.

“Pihak Houthi mengatakan bahwa serangan itu menargetkan apa yang mereka sebut pangkalan militer ‘yang didukung Arab Saudi’, merujuk pada pasukan pemerintah Yaman didukung Arab Saudi yang ditempatkan di kamp-kamp militer di seluruh negeri,” kata Mawry.

Ia menjelaskan bahwa Houthi menganggap pangkalan militer yang menampung pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi sebagai sasaran yang sah.

“Pihak Houthi menyatakan mereka akan terus menargetkan pangkalan-pangkalan tersebut. Juru bicara Yahya Saree mengatakan lokasi mana pun yang memiliki kehadiran militer yang didukung Arab Saudi akan dianggap sebagai target yang sah,” ungkap laporan tersebut.

Klaim tersebut memperlihatkan bahwa fasilitas militer yang berkaitan dengan dukungan Arab Saudi berpotensi menjadi sasaran lanjutan. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap perluasan konflik, terutama ketika serangan balasan dari pasukan pemerintah terus berlangsung.

Konflik Yaman Kembali Memanas

Serangan di Shabwa terjadi ketika pertempuran antara pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan kelompok Houthi kembali meningkat. Intensitas konflik sebelumnya sempat mereda setelah gencatan senjata pada 2022.

Namun, dinamika perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada tahun ini turut memengaruhi situasi regional dan memicu kembali ketegangan di Yaman.

Pada bulan sebelumnya, Houthi, yang juga dikenal sebagai Ansar Allah atau Pendukung Tuhan, merebut wilayah strategis dari pasukan yang loyal kepada pemerintah di sepanjang pesisir Laut Merah.

Pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi kemudian melancarkan serangan balasan dan memulai operasi bernama “Dawn of Yemen”. Operasi tersebut bertujuan merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi, termasuk Sanaa, ibu kota Yaman yang direbut kelompok tersebut pada 2014.

Di sisi lain, Houthi meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi, termasuk terhadap Bandara Internasional Riyadh dan perusahaan minyak milik negara, Aramco. Pada Senin, otoritas Arab Saudi juga mengirimkan peringatan kepada warga Riyadh mengenai “a hostile aerial threat”.

Sementara itu, pasukan pemerintah Yaman sebelumnya menyatakan telah menyerang titik-titik konsentrasi pasukan, kendaraan, dan persenjataan Houthi di al-Aqroudh, al-Shaqab, dan al-Sarari, wilayah selatan Taiz. Kawasan Taiz sendiri tengah menghadapi kelangkaan bahan bakar dan kenaikan harga yang semakin membebani masyarakat.

Serangan di Shabwa menambah daftar korban dalam konflik Yaman yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Selain menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, eskalasi pertempuran juga berisiko memperburuk kondisi kemanusiaan dan mengganggu keamanan kawasan Timur Tengah.

DITULIS OLEH

Cecep M Yusup

Artikel penulis

Buletin Redaksi ClueToday

Dapatkan rangkuman analisis mingguan, kabar daerah, dan perspektif mendalam langsung di kotak masuk Anda.

Tanggapan pembaca

Alamat email Anda tidak dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.