SUBANG, CLUETODAY.ID — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mendorong PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) untuk terus menggenjot dan meningkatkan kinerja penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP). Penegasan ini disampaikan dalam rangkaian percepatan Program 3 Juta Rumah yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut diungkapkan Menteri PKP saat menghadiri Kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Bank BJB serta Sosialisasi Rumah Subsidi FLPP di Aula Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (06/10/26).
Di hadapan perbankan dan sekitar 140 peserta yang hadir, Menteri Ara menekankan pentingnya respons cepat dan kerja keras dalam melayani kebutuhan masyarakat.
“Kita harus mengecek langsung proses KUR Perumahan ini kepada nasabah dan harus memastikan prosesnya cepat, murah dan mudah serta tidak ada pungli,” ujar Menteri Ara.
Ia menambahkan bahwa percepatan layanan pembiayaan perumahan harus menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, birokrasi dan jajaran pemerintah tidak boleh bekerja lamban mengingat tingginya kebutuhan masyarakat akan hunian dan akses pembiayaan yang layak.
“Jangan kita jadi pemerintah yang sabar, karena rakyat tidak sabar, kita harus bekerja lebih cepat dan lebih keras lagi,” tegasnya.
Berdasarkan data Kementerian PKP, target plafon KPP secara nasional pada tahun 2026 telah diusulkan untuk ditingkatkan hingga Rp50 triliun. Hingga 3 Oktober 2026, realisasi KPP nasional telah mencapai Rp26,78 triliun yang disalurkan kepada 112.713 debitur melalui 29 bank pendukung. Khusus untuk wilayah Jawa Barat, realisasi KPP tercatat mencapai Rp4,19 triliun atau sekitar 64,88 persen dari target.
Sementara itu, Bank BJB sendiri mengusung target penyaluran KPP sebesar Rp500 miliar bagi 1.286 debitur pada tahun 2026. Hingga awal Oktober 2026, Bank BJB telah merealisasikan penyaluran sebesar Rp90,7 miliar kepada 179 debitur. Melihat potensi dan capaian tersebut, Menteri Ara secara khusus memotivasi Bank BJB untuk memperluas ekspansi pembiayaannya.
“Saya doakan Bank Jabar kembali ke peringkat 1, tentunya dengan semangat, kerja keras dan lebih cepat karena program KUR Perumahan ini sangat bermanfaat dan menyentuh langsung rakyat,” kata Menteri Ara.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Ara juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para nasabah, pelaku UMKM, pengembang, kontraktor, dan toko bangunan guna memastikan proses pengajuan berjalan lancar tanpa hambatan regulasi yang menyulitkan. Ia kembali mengingatkan agar aturan yang ada senantiasa menjadi solusi bagi masyarakat.
Acara yang turut diisi dengan sosialisasi KPR subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) oleh BP Tapera serta prosesi penyerahan mockup KPP kepada nasabah ini diharapkan mampu semakin memperluas akses MBR terhadap hunian layak sekaligus memperkuat ekosistem perumahan di daerah.
“Kita harus memberikan regulasi dan solusi yang baik dan cepat. Jangan sampai aturan-aturan yang ada malah menyulitkan rakyat untuk mendapatkan manfaat,” jelasnya.




