IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.180, Pasar Cermati Mundurnya Perry Warjiyo dan Agenda Global

Picture of Redaksi

Redaksi

Jakarta, CLUETODAY.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin (27/7/2026) di tengah sikap wait and see pelaku pasar yang mencermati perkembangan domestik maupun sejumlah agenda ekonomi global pekan ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.180,33 atau turun 0,26% dari penutupan sebelumnya di level 6.196,43. Pada awal perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.188,03 dan terendah 6.172,84.

Nilai transaksi tercatat sekitar Rp336,7 miliar dengan volume perdagangan mencapai 557,2 juta saham dalam 68.480 kali transaksi. Sebanyak 189 saham menguat, 239 saham melemah, dan 537 saham bergerak stagnan, mencerminkan tekanan jual masih mendominasi pada awal sesi.

Pergerakan IHSG juga diwarnai kabar pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo.

“Per kemarin, secara resmi, kami menerima surat pengunduran diri Gubernur BI kepada Bapak Presiden,” kata Prasetyo Hadi.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti ditunjuk sebagai Penjabat Gubernur BI sementara sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

“Sehubungan dengan pengunduran diri saudara Perry Warjiyo dari posisi Gubernur BI secara sukarela karena alasan pribadi pada tanggal 25 Juli 2026, sesuai dengan pasal 48 ayat 1 (a) UU 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan UU 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, maka dewan gubernur dalam Rapat Dewan Gubernur 26 Juli 2026 menetapkan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat Gubernur Sementara,” ujar Destry.

Destry tidak menjelaskan lebih lanjut alasan pribadi di balik pengunduran diri Perry Warjiyo. Namun, berdasarkan informasi yang beredar, pengunduran diri tersebut disebut berkaitan dengan kondisi kesehatan.

Selain sentimen domestik, investor juga mencermati perkembangan global. Ketegangan di Timur Tengah mulai mereda setelah Iran menyatakan siap menghentikan serangan apabila Amerika Serikat juga menghentikan aksi militernya. Kondisi tersebut mendorong harga minyak dunia melemah dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.

Pelaku pasar juga menanti sejumlah agenda ekonomi penting sepanjang pekan ini, mulai dari rilis data pesanan barang tahan lama (durable goods orders), keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed), data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), hingga pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat kuartal II 2026.

Dari kawasan Asia, perhatian investor tertuju pada hasil rapat Politbiro China yang diperkirakan memberi sinyal arah stimulus ekonomi pada paruh kedua tahun ini, rilis PMI manufaktur China, serta keputusan kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top