Faishal Ibrahim Mundur dari Kabinet Singapura usai Dinilai Langgar Standar Etik Pejabat

Picture of Redaksi

Redaksi

Jakarta, CLUETODAY.ID — Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Urusan Muslim Singapura, Muhammad Faishal Ibrahim, mengundurkan diri dari jabatannya setelah interaksinya dengan seorang perempuan dinilai tidak memenuhi standar etik yang berlaku bagi pejabat publik.

Keputusan itu diambil meski hasil penyelidikan menyatakan tidak ditemukan unsur tindak pidana. Sebelumnya, Faishal dan perempuan tersebut sempat saling melayangkan tuduhan pelecehan yang kemudian diselidiki oleh kepolisian.

Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong mengatakan, persoalan tersebut pertama kali mencuat sekitar sebulan lalu setelah Kantor Perdana Menteri menerima email dari seorang perempuan terkait interaksinya dengan Faishal.

> “Masalah ini sampai ke perhatian kami sekitar sebulan yang lalu ketika Kantor Perdana Menteri menerima email dari seorang perempuan warga masyarakat mengenai interaksinya dengan Faishal,” kata Wong dalam sebuah pernyataan, dilansir media Channel News Asia, Senin (20/7/2026).

Menurut Wong, sebagian besar interaksi keduanya berlangsung melalui pesan daring dan beberapa kali bertemu dalam kegiatan publik. Setelah laporan diterima, Faishal dan perempuan tersebut diwawancarai secara terpisah untuk mengklarifikasi keterangan masing-masing.

Kasus itu kemudian dirujuk ke kepolisian setelah kedua belah pihak saling mengajukan tuduhan pelecehan.

> “Setelah mempertimbangkan dengan saksama fakta dan keadaan, dan setelah berkonsultasi dengan Kejaksaan Agung, dinilai bahwa tidak ada pelanggaran pidana yang dilakukan oleh kedua belah pihak,” kata Wong dalam pernyataan tersebut.

Dengan hasil tersebut, tidak ada proses pidana yang akan dijalankan terhadap Faishal maupun perempuan yang terlibat.

Meski demikian, Wong menegaskan terdapat persoalan lain terkait apakah perilaku Faishal telah memenuhi standar etik yang harus dijunjung oleh seorang pejabat politik dan anggota parlemen.

> “Namun ada pertanyaan terpisah mengenai apakah perilaku Faishal memenuhi standar yang diharapkan dari seorang pemegang jabatan politik dan anggota parlemen,” kata Wong.

> “Setelah merenungkan masalah tersebut, Faishal mengakui bahwa perilakunya tidak memenuhi standar tersebut, dan mengajukan pengunduran diri,” imbuhnya.

Dalam surat pengunduran dirinya kepada PM Wong, Faishal mengakui telah melakukan kesalahan dalam menilai situasi. Menteri yang telah menikah dan memiliki dua anak itu menegaskan tidak pernah memiliki hubungan fisik dengan perempuan tersebut.

> “Meskipun tidak ada hubungan fisik antara kami, dan saya tidak bermaksud agar interaksi tersebut berkembang menjadi demikian, ada kesalahan penilaian di pihak saya dalam cara saya menangani interaksi tersebut, dan dalam kegagalan untuk menetapkan batasan yang lebih jelas pada tahap awal,” kata Faishal.

Faishal menyatakan dirinya menyadari perilakunya tidak memenuhi standar yang diharapkan dari seorang pejabat publik dan tidak sejalan dengan tanggung jawab yang telah diembannya.

> “Oleh karena itu, saya memutuskan bahwa sudah tepat bagi saya untuk mundur dari politik, agar saya dapat mencurahkan waktu dan perhatian saya kepada keluarga saya,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top