SUBANG, CLUETODAY.ID – Dua orang pria yang diduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi sasaran kemarahan warga di area pesawahan Blok Sukajaya, Dusun Wanakerta, Desa Wanakerta, Kecamatan Purwadadi, Subang, Jum’at (06/02/26) pagi.
Akibat kejadian tersebut, satu terduga pelaku berinisial OM (37), warga Desa Pasirbungur, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dievakuasi ke RSUD Subang.
Sementara rekannya, DS (23), warga Kabupaten Kuningan, saat ini dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama.
Kasatreskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden bermula sekira pukul 08.30 WIB saat korban bernama Casdi tengah menyemprot tanaman padi di sawah.
“Korban melihat kedua pelaku berusaha membawa kabur sepeda motor Yamaha Vega miliknya yang terparkir di pinggir sawah dengan cara didorong. Korban kemudian berteriak maling yang memancing kedatangan warga sekitar,” ujar AKP Bagus Panuntun saat memberikan keterangan, Jumat (06/02/26).
Melihat massa berkumpul, kedua pelaku panik dan mencoba melarikan diri menggunakan sepeda motor lain yang mereka bawa. Namun, pelarian mereka terhenti setelah terjatuh di lahan kosong kawasan Intijaya, Purwadadi.
Warga yang tersulut emosi langsung melakukan pengeroyokan secara membabi buta.
“Massa yang emosi melakukan pemukulan secara kolektif, bahkan kendaraan yang digunakan oleh pelaku dibakar hingga hangus di lokasi kejadian,” tambahnya.
Pihak Polsek Purwadadi yang tiba di lokasi segera berupaya meredam situasi dan mengevakuasi kedua pelaku menggunakan ambulans Puskesmas Purwadadi ke RSUD Subang.
Sayangnya, nyawa OM tidak tertolong setibanya di rumah sakit akibat luka parah yang diderita.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Vega milik korban, kerangka motor Honda Beat milik pelaku yang hangus terbakar, serta sebuah kunci leter T.
AKP Bagus Panuntun menegaskan, saat ini Tim Inafis Satreskrim Polres Subang telah melakukan olah TKP dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk keperluan visum.
Pihaknya juga tengah menyelidiki lebih lanjut terkait aksi main hakim sendiri tersebut.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Kami juga periksa saksi pelaku yg main hakim sendiri,” pungkas.











