Jakarta, CLUETODAY.ID — Daftar kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 yang tersandung kasus korupsi kembali bertambah. Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Soloraya, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026).
Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan lima orang, termasuk Etik Suryani. Penangkapan dilakukan terkait dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik turut menyita sejumlah barang bukti berupa logam mulia dan uang tunai dalam berbagai mata uang dengan nilai mencapai miliaran rupiah.
> “Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk logam mulia, kemudian uang tunai baik rupiah maupun valas, ada dolar Australia kemudian juga ada dolar Singapura. Totalnya mencapai miliaran rupiah,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).
Etik telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. Sementara itu, sejumlah pihak lain masih diperiksa di Polresta Surakarta.
> “Para pihak saat ini yang sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK langsung dilakukan pemeriksaan secara intensif begitu pula beberapa lainnya juga masih menjalani pemeriksaan di Polresta Surakarta,” sebutnya.
Penangkapan Etik menambah panjang daftar kepala daerah yang berhadapan dengan hukum sejak pelantikan kepala daerah hasil Pilkada 2024 pada Februari 2025.
Dalam kurun waktu kurang dari satu setengah tahun, sedikitnya 15 kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota, telah terjerat perkara korupsi melalui operasi tangkap tangan maupun penetapan sebagai tersangka oleh KPK.
Sepanjang 2026 hingga 10 Juli, tercatat sedikitnya 10 bupati dan wali kota telah diamankan atau ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Jumlah tersebut belum termasuk kepala daerah tingkat provinsi yang juga tersandung kasus korupsi.
Data KPK hingga Maret 2026 menunjukkan pemerintah kabupaten dan kota masih menjadi instansi dengan jumlah perkara korupsi terbanyak, yakni mencapai 694 kasus sejak lembaga antirasuah itu berdiri.
Ironisnya, para kepala daerah tersebut belum genap dua tahun menjabat. Seluruhnya merupakan kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 yang resmi dilantik pada Februari 2025.
Daftar kepala daerah hasil Pilkada 2024 yang ditangkap KPK hingga 10 Juli 2026:
Abdul Azis – Bupati Kolaka Timur
Abdul Wahid – Gubernur Riau
Sugiri Sancoko – Bupati Ponorogo
Ardito Wijaya – Bupati Lampung Tengah
Ade Kuswara Kunang – Bupati Bekasi
Sudewo – Bupati Pati
Maidi – Wali Kota Madiun
Fadia Arafiq – Bupati Pekalongan
Muhammad Fikri Thobari – Bupati Rejang Lebong
Syamsul Auliva – Bupati Cilacap
Serta lima kepala daerah lainnya yang telah ditangkap atau ditetapkan sebagai tersangka KPK hingga 10 Juli 2026, termasuk Bupati Sukoharjo Etik Suryani.











