Kabar dekat. Wawasan luas.
SEKILAS

Banjir Ciasem, Elita Budiati: Sungai Bukan Tempat Sampah

Diperbarui:

whatsapp image 2026 01 25 at 21.35.16
Elita Budiati (tengah), saat meninjau banjir Ciasem, Minggu (25/01/25). Foto: Ist

SUBANG,CLUETODAY.ID – Ketua DPD Golkar Subang sekaligus Anggota DPR RI, Elita Budiati, mengungkap fakta mengejutkan di balik musibah banjir yang merendam Kecamatan Ciasem. Saat meninjau lokasi bencana pada Minggu (25/01/26), ia menemukan tumpukan sampah di aliran sungai.

Meskipun banjir dipicu oleh jebolnya tanggul di beberapa sungai, Elita menegaskan bahwa perilaku masyarakat yang membuang sampah ke sungai memperparah keadaan. Menurutnya, tumpukan sampah yang membusuk membuat aliran sungai tersumbat total.

“Ada yang membuat miris. Selain tanggul yang jebol, ternyata (penyebab banjir) adalah kembalinya ke perilaku manusia itu sendiri. Kita bisa melihat tadi betapa busuknya tumpukan sampah yang masyarakat buang ke sungai,” ujar Elita dengan nada prihatin.

Ia memberikan peringatan keras bahwa alam sedang memberikan reaksi atas kelalaian manusia. “Ayolah masyarakat, sampah itu kalau bisa dibakar ya dibakar, jangan dibuang ke sungai. Kalau sekarang sungai yang marah, ya kita jangan komplain, karena memang kita yang salah yang tidak bisa menjaga alam dengan baik,” tegasnya.

Melihat kondisi sungai yang penuh sampah, Elita meminta aparat desa untuk tidak tinggal diam. Ia mendorong adanya solusi pengelolaan sampah di tingkat terbawah agar sungai tidak lagi menjadi tempat pembuangan akhir.

“Minimal dikelola dengan baik oleh Kepala Desa, oleh Karang Taruna, dan stakeholder yang ada di desa tersebut. Tugas kebersihan itu bukan hanya tugas pemerintah. Kalau semuanya harus oleh pemerintah ya tidak mungkin, repot kita,” tambahnya. (cmy/clue)

DITULIS OLEH

Cecep M Yusup

Artikel penulis

Buletin Redaksi ClueToday

Dapatkan rangkuman analisis mingguan, kabar daerah, dan perspektif mendalam langsung di kotak masuk Anda.

Tanggapan pembaca

Alamat email Anda tidak dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.