Kabar dekat. Wawasan luas.
SEKILAS

Gardu Induk Subang Baru Beroperasi, Pasok Listrik untuk VinFast hingga Taekwang

Diperbarui:

komitmen memperkuat keandalan pasokan listrik indu ulkz

SUBANG, CLUETODAY.ID — PT PLN (Persero) mengoperasikan Gardu Induk (GI) 150 kV Subang Baru di Desa Padaasih, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Infrastruktur dengan kapasitas total 120 MVA ini ditujukan untuk memperkuat keandalan pasokan listrik bagi kawasan industri, termasuk pelanggan manufaktur seperti VinFast, Taekwang, dan EcoPaper.

Pengoperasian gardu induk tersebut menjadi bagian dari upaya PLN mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi seiring berkembangnya aktivitas industri dan investasi di Kabupaten Subang. Ketersediaan listrik yang andal menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelangsungan operasional pabrik dan mendukung produktivitas industri.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan pengoperasian GI 150 kV Subang Baru merupakan langkah untuk menyiapkan infrastruktur ketenagalistrikan yang mampu mengikuti pertumbuhan kebutuhan industri.

“Energize GI 150 kV Subang Baru merupakan langkah nyata PLN dalam memperkuat fondasi kelistrikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Kami tidak hanya menyiapkan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan listrik saat ini, tetapi juga memastikan sistem kelistrikan memiliki kapasitas dan keandalan yang memadai untuk mengantisipasi pertumbuhan industri serta investasi di masa mendatang,” ujar Kishartanto, Kamis (15/10/2026).

Gardu induk tersebut memiliki dua unit transformator dengan kapasitas masing-masing 60 MVA. Dengan kapasitas total 120 MVA, infrastruktur ini dilengkapi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Subang Baru Incomer sepanjang 52,151 kilometer sirkit (kms) yang ditopang 38 menara.

Selain menambah dukungan kapasitas kelistrikan, keberadaan gardu induk ini meningkatkan fleksibilitas PLN dalam mengelola distribusi beban listrik di wilayah Subang. Infrastruktur tersebut memungkinkan pengalihan beban dari gardu induk atau penyulang yang mengalami pembebanan tinggi.

Melalui pengelolaan beban yang lebih optimal, risiko gangguan akibat pembebanan berlebih dapat diminimalkan. Upaya ini diharapkan membantu menjaga keandalan pasokan listrik bagi pelanggan, terutama sektor manufaktur yang membutuhkan kontinuitas energi untuk menjalankan kegiatan produksi.

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Jawa Bagian Tengah 2, Husni Wardana, menjelaskan pengoperasian gardu induk tersebut merupakan hasil rangkaian pekerjaan konstruksi, instalasi peralatan, pengujian, dan commissioning yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan mengutamakan keselamatan serta mutu pekerjaan.

“Hingga saat ini GI 150 kV Subang Baru memiliki kapasitas 2 x 60 MVA dan didukung jaringan SUTT 150 kV Subang Baru Incomer sepanjang 52,151 kms dengan 38 tower. Secara sistem, infrastruktur ini akan memperkuat konfigurasi jaringan kelistrikan di wilayah Subang dan memberikan fleksibilitas yang lebih baik dalam pengelolaan serta evakuasi beban,” kata Husni.

Pembangunan jaringan transmisi dilakukan dengan memotong jalur SUTT 150 kV Sukamandi–Haurgeulis untuk membentuk konfigurasi jaringan yang mendukung penyaluran listrik secara lebih optimal.

Menurut Husni, penyelesaian proyek ini juga melibatkan koordinasi antara PLN, pemerintah daerah, masyarakat, kontraktor, konsultan, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai standar keselamatan dan mutu yang ditetapkan.

Penguatan jaringan listrik ini sejalan dengan perkembangan kawasan industri di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Subang yang membutuhkan dukungan infrastruktur dasar untuk menunjang aktivitas manufaktur. Pasokan listrik yang andal menjadi salah satu pertimbangan penting bagi pelaku usaha dalam menjaga kelangsungan produksi maupun merencanakan ekspansi.

Kishartanto menegaskan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung ekosistem investasi yang kompetitif.

“Bagi PLN, pembangunan infrastruktur ini bukan hanya tentang menghadirkan energi listrik. Lebih dari itu, kami ingin memastikan setiap investasi yang masuk ke Indonesia didukung oleh infrastruktur energi yang memadai. Dengan begitu, investasi dapat berkembang, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan perekonomian daerah, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di Jawa Barat,” ujarnya.

DITULIS OLEH

Cecep M Yusup

Artikel penulis

Buletin Redaksi ClueToday

Dapatkan rangkuman analisis mingguan, kabar daerah, dan perspektif mendalam langsung di kotak masuk Anda.

Tanggapan pembaca

Alamat email Anda tidak dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.