Gempa M7,4 Guncang Kolombia, Sedikitnya 21 Orang Tewas dan Puluhan Bangunan Rusak

Picture of Redaksi

Redaksi

Jakarta, Cluetoday.id – Gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia, Senin (10/8/2026). Sedikitnya 21 orang dilaporkan tewas, sementara puluhan bangunan mengalami kerusakan hingga runtuh.

Wali Kota Pereira Mauricio Salazar mengonfirmasi 18 orang meninggal dunia di wilayahnya. Sementara di Manizales, Wali Kota Jorge Eduardo Rojas melaporkan sedikitnya dua korban jiwa serta kerusakan total maupun sebagian pada lebih dari 32 bangunan.

Aktivitas akademik di Manizales untuk sementara ditangguhkan. Pihak berwenang juga melaporkan adanya kebocoran gas dan gangguan listrik setelah gempa.

Di Quibdo, laporan awal menyebut satu orang meninggal dunia. Sejumlah warga lainnya dilaporkan terluka, sementara beberapa bangunan mengalami kerusakan parah.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi pada pukul 12.34 GMT dengan episentrum sekitar 5 kilometer di sebelah timur San Jose del Palmar. Gempa tersebut memiliki kedalaman sekitar 107 kilometer.

Meski berkekuatan besar, tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan untuk wilayah Pasifik Amerika Utara. Sistem Peringatan Tsunami AS menyatakan tidak ada tsunami yang diperkirakan melanda California, Oregon, Washington, Alaska, maupun British Columbia di Kanada.

Pihak berwenang Kolombia juga memastikan gempa tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami di wilayah Pasifik Kolombia.

Dampak gempa turut dirasakan sektor transportasi udara. Otoritas penerbangan sipil Kolombia melaporkan adanya kerusakan di Bandara Alfonso Bonilla Aragon di Cali.

Operasi penerbangan di Bandara Popayan juga dihentikan sementara akibat abu vulkanik dari Gunung Purace yang muncul setelah aktivitas seismik. Sebelumnya, sejumlah terminal di Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, dan Buenaventura juga menghentikan operasi untuk menjalani pemeriksaan struktural.

Kedutaan Besar AS di Bogota menyatakan terus memantau perkembangan situasi. Warga Amerika di Kolombia diminta tetap mengikuti informasi lokal dan menjaga komunikasi dengan keluarga.

Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella langsung memimpin respons darurat pemerintah setelah gempa.

“Negara hadir dan mengambil tindakan,” kata De La Espriella, melansir Anadolu.

De La Espriella kemudian memerintahkan pembentukan pos komando terpadu untuk mengoordinasikan upaya penanganan bencana.

Presiden juga meminta laporan komprehensif dari direktur Unit Nasional untuk Manajemen Risiko Bencana mengenai kondisi di Pereira. Kota tersebut berada sekitar 240 kilometer sebelah barat Bogota.

De La Espriella menyatakan akan bertolak ke Pereira untuk memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak sekaligus memantau langsung respons pemerintah terhadap bencana tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top