Jakarta, CLUETODAY.ID — Pencarian terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Bripda Nopandri Ramadhana, akhirnya membuahkan hasil setelah tiga hari dilakukan. Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tersangkut di ranting kayu di wilayah Desa Tumbang Lahang, usai diduga hanyut terbawa derasnya arus Sungai Katingan, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Jasad Bripda Nopandri ditemukan sekitar 37 kilometer dari lokasi awal kejadian di Desa Tumbang Kalemei. Jarak tersebut diketahui berdasarkan pengukuran yang mengikuti alur Sungai Katingan.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan, jarak antara titik awal hingga lokasi penemuan korban mencapai kurang lebih 37 kilometer.
“Kalau mengikuti alur Sungai Katingan, jaraknya kurang lebih 37 kilometer dari Desa Tumbang Kalemei sampai Desa Tumbang Lahang,” ujar Dodik, Sabtu (4/7/2026) malam.
Jarak tersebut menunjukkan derasnya arus Sungai Katingan yang menyeret jasad korban hingga puluhan kilometer sebelum akhirnya tersangkut di ranting kayu dan ditemukan oleh tim SAR gabungan bersama warga.
Selama proses pencarian, personel gabungan dari Polri, Basarnas, TNI, BPBD, relawan, dan masyarakat menyisir Sungai Katingan menggunakan perahu. Upaya pencarian dilakukan tanpa henti selama tiga hari hingga korban berhasil ditemukan.
Setelah ditemukannya Bripda Nopandri, tim gabungan kini memfokuskan pencarian terhadap satu anggota polisi lainnya, Aiptu Sumariyanto, yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Katingan serta kawasan hutan di sekitar lokasi kejadian.
Insiden tersebut bermula saat tim Satresnarkoba Polres Katingan menggelar operasi penggerebekan terhadap terduga bandar sabu. Operasi itu berujung bentrokan yang mengakibatkan Aipda Anumerta Yudhi Perdana Putra gugur di lokasi, Bripda Nopandri ditemukan meninggal dunia setelah sempat hilang, sementara Aiptu Sumariyanto masih dalam pencarian.
Di sisi lain, aparat kepolisian juga terus memburu para pelaku yang diduga melakukan penyerangan terhadap anggota Polri saat operasi pemberantasan narkotika tersebut.








