Firoos Ghathfaan, Remaja Subang yang Raih LoA NASA Berkat Temuan Celah Situs

Picture of Redaksi

Redaksi

img 20260412 wa0017

SUBANG, CLUETODAY.ID – Prestasi membanggakan datang dari generasi muda Subang. Firoos Ghathfaan Ramadhan (14), pelajar asal Dangdeur yang kini menempuh pendidikan di SMPIT Alamy, berhasil berkontribusi dalam program keamanan siber milik NASA melalui temuannya terkait potensi celah digital.

Di usia yang masih sangat muda, Firoos mampu menunjukkan kapasitasnya di bidang keamanan siber dengan melakukan teknik pengumpulan data berbasis Open Source Intelligence (OSINT) dan web reconnaissance. Ia memanfaatkan metode pencarian lanjutan untuk mengidentifikasi potensi kerentanan pada aset digital milik NASA.

“Saya memulai dengan teknik Google Dorking untuk menemukan halaman yang mengandung link ke Instagram,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, Firoos menggunakan berbagai variasi pencarian seperti:

site:*.nasa.gov “instagram.com”

site:*.nasa.gov “https://instagram.com”

site:*.nasa.gov “www.instagram.com”

Teknik ini membantunya menemukan tautan eksternal yang berpotensi tidak terkelola dengan baik, sehingga dapat membuka celah terhadap ancaman seperti broken link hijacking.

“Metode ini membantu saya menemukan aset eksternal yang tidak terkelola dengan baik. Dengan menggabungkan dorking, validasi manual, dan analisis risiko, saya bisa mengidentifikasi potensi hijacking tanpa melakukan eksploitasi aktif,” jelasnya.

Temuan tersebut memiliki sejumlah risiko serius, di antaranya potensi brand impersonation, serangan phishing, hingga penyebaran informasi palsu yang dapat merugikan institusi.

img 20260412 wa0018

Atas kontribusinya, Firoos menerima Letter of Acceptance (LoA) dari program Vulnerability Disclosure NASA, sebagai bentuk apresiasi terhadap laporannya.

“Sebuah kehormatan besar bagi saya dapat berkontribusi dalam menjaga integritas keamanan aset digital NASA melalui Vulnerability Disclosure Program,” katanya.

“Menerima Letter of Acceptance (LoA) untuk temuan terkait Broken Link Hijacking adalah pencapaian yang sangat berkesan bagi perjalanan karier saya di bidang keamanan siber,” lanjutnya.

Melalui Cluetoday, ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim keamanan NASA atas kolaborasi yang terjalin.

“Terima kasih kepada tim keamanan NASA atas apresiasi dan kolaborasinya dalam menciptakan ruang siber yang lebih aman,” ucapnya.

Tak hanya belajar secara mandiri, Firoos juga mengembangkan kemampuannya bersama komunitas keamanan siber. Ia mengaku mendapatkan banyak bimbingan dari mentor sekaligus rekannya.

“Saya juga belajar dengan beberapa Mentor Saya, ka Musa Hamonangan Lubis selaku teman sekaligus mentor yang mengajari saya teknik diatas dalam Komunitas bernama Spetrasec.id,” tuturnya.

Ke depan, teknik yang digunakan Firoos bahkan dapat dikembangkan lebih lanjut menggunakan otomasi seperti crawler berbasis Python atau Go, serta berbagai tools seperti httpx dan hakrawler untuk mempercepat proses pencarian data.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa talenta muda daerah mampu bersaing di level global, sekaligus mengharumkan nama Subang di kancah internasional melalui bidang keamanan siber.(clue)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top