Fraksi NasDem Subang: Efisiensi Anggaran Bukan Alasan Janji Politik Tak Terwujud

Picture of Cecep M yusup

Cecep M yusup

img 20260406 wa0024

SUBANG, CLUETODAY.ID — Anggota DPRD  Subang dari Fraksi NasDem, Hendra Purnawan, mengingatkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Subang, Reynaldy dan Agus Masykur untuk tetap berkomitmen merealisasikan janji politik meskipun dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran.

Pria yang akrab disapa Boeng ini menegaskan,  merajut janji politik di tengah keterbatasan fiskal adalah tantangan utama kepemimpinan saat ini.

Menurutnya, keseimbangan antara visi kampanye dan realitas keuangan daerah harus dijaga tanpa mengabaikan kualitas pelayanan publik.

“Meskipun terdapat tekanan pemangkasan anggaran, janji politik tetap dianggap sebagai kewajiban moral dan legal yang harus dipenuhi oleh kah Rey dan kang Agus kepada masyarakat,” ujar Hendra dalam keterangannya, Senin (06/04/26).

Hendra menilai, efisiensi anggaran seharusnya tidak menjadi penghalang, melainkan pendorong bagi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk lebih inovatif dalam mengelola sumber daya. Ia menekankan pentingnya penerapan skala prioritas yang lebih ketat dalam menentukan program kerja.

“Saya menilai kang Rey dan kang Agus harus tetap memenuhi komitmennya namun dengan skala prioritas yang lebih ketat, dengan segala keterbatasan Pemda harus memprioritaskan program-program yang berdampak langsung kepada kesejahteraan rakyat daripada proyek proyek yang kurang mendesak,” lanjutnya.

Restrukturisasi dan Revisi RPJMD

Sebagai solusi konkret, Fraksi NasDem menyarankan agar Pemda Subang melakukan restrukturisasi perangkat daerah. Langkah ini dinilai krusial untuk menyeimbangkan rasio belanja tidak langsung dan belanja langsung agar lebih realistis.

Hendra juga mengingatkan agar Pemda tidak memaksakan target pendapatan yang jauh melampaui kemampuan daerah hanya demi mengimbangi kebutuhan belanja yang tinggi.

“Restrukturisasi perangkat daerah ini menjadi solusi dalam rangka efisiensi anggaran. Sehingga antara belanja tidak langsung dan belanja langsung tentunya akan realistis. Tidak serta merta untuk mengimbangi kebutuhan belanja sehingga Pemda Subang mendesak dan menyampaikan target pendapatan yang tentunya akan jauh dari kemampuannya dan bahkan tidak realistis,” terangnya.

Selain itu, Pemda Subang menuru Boeng perlu segera melakukan revisi RPJMD dan melalukan proyeksi kondisi fiskal daerah hingga 3 tahun ke depan.

“Jika indikator kinerja utama dalam RPJMD 2024-2029 dirasa sudah tidak realistis dengan kondisi keuangan saat ini, jangan ragu untuk segera menyampaikan revisi RPJMD kepada DPRD,” pungkas Boeng.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top