18 Tahun Menanti, Kini Batal Dibangun KDM, Warga Cigebang: Lebih Sakit dari Putus Cinta

Picture of Cecep M yusup

Cecep M yusup

img 20260123 wa0055

SUBANG, CLUETODAY.ID – Harapan warga Cigebang, Serangpanjang untuk memiliki akses jembatan yang layak setelah menanti selama 18 tahun kini terancam sirna.

Ungkapan kekecewaan mendalam mencuat setelah muncul kabar mengenai pembatalan atau penundaan pembangunan jembatan yang sedianya akan dibangun dan dibiayai Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM).

Dea Devita, salah seorang warga Cigebang Serangpanjang, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan tersebut awalnya menjadi “angin segar” bagi masyarakat yang selama hampir dua dekade merasa dianaktirikan oleh pemerintah daerah.

“Pembangunan jembatan itu menjadi angin surga bagi kami setelah 18 tahun. 18 tahun lamanya tidak tersentuh Pemkab, pun desa atau kecamatan,” ujar Dea saat dihubungi Cluetoday (23/01/26).

Menurut Dea, warga merasa sedih karena dampak dari kekecewaan Dedi Mulyadi terhadap pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat justru berujung pada terhentinya proyek tersebut. Ia menyayangkan sikap abai pemerintah daerah yang selama ini seolah menutup mata terhadap kebutuhan infrastruktur di wilayah mereka.

“Memang seharusnya ini menjadi bagian dari desa atau Pemkab. Tapi realitanya, mereka abai kepada jembatan kami,” lanjutnya.

Kabar penundaan ini memicu luka batin bagi warga. Dea bahkan mengibaratkan rasa pedih yang dialami masyarakat lebih dari sekadar urusan asmara.

“Pokoknya lebih-lebih dari putus cinta dengan adanya pembatalan/penundaan pembangunan jembatan ini,” tegasnya.

Kini, warga hanya bisa berharap agar rencana pembangunan tersebut dapat tetap dilanjutkan. Jembatan tersebut jadi akses penting untuk mobilitas warga seperti ke pasar dan sekolah.

Mereka sangat berharap Dedi Mulyadi tetap berkenan membantu mewujudkan impian warga yang telah terkubur selama belasan tahun tersebut.

“Semoga Pak Dedi masih mau berbaik hati sama kami,” pungkas Dea.

Sekda Subang: Jembatan Tetap Dibangun

Sekda Subang, Asep Nuroni, mengemukakan, pembangunan jembatan tetap akan dilanjutkan. Meski tidak didanai oleh Pemprov, pendanaan akan dilakukan oleh Pemda Subang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT).

Terkait besaran dana yang akan digelontorkan, Asep menyebut masih dalam pembahasan internal Pemda Subang dan menyesuaikan kondisi keuangan daerah. Meski begitu, ia memastikan pembangunan tidak akan terganggu.

“Kalau soal (pembangunan) jembatan, itu suatu keharusan pemerintah. Pembangunan tetap berlanjut. Soal pendanaan akan dibahas di Tim TAPD,” kata Asep, Jum’at (23/01/26).

Asep melanjutkan, progres persiapan pembangunan sudah sampai pembuatan panitia lokal dari masyarakat Cigebang. Namun, adanya pernyataan KDM tersebut, akan merubah rencana yang sebelumnya telah disusun.

“Kita akan membahas dengan pimpinan (Bupati) karena ada kondisi terbaru,” terangnya. (cmy/clue)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top