Indonesia Resmi Bergabung Dewan Perdamaian Gagasan Donald Trump

Picture of Redaksi

Redaksi

69595642500af

Jakarta – Indonesia resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian gagasan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyebutkan, Indonesia dan negara-negara Kawasan Timur Tengah lainnya telah menyambut baik undangan Trump untuk bergabung ke Dewan Perdamaian tersebut.

“Menteri Luar Negeri Republik Turkiye, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut baik undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian,” tulis Kemenlu dalam media sosial X, Kamis (22/1/2026).

Indonesia dan negara lainnya akan menandatangani dokumen bergabung dengan Dewan Perdamaian. Hal ini sesuai dengan prosedur hukum dan prosedur lain yang diperlukan masing-masing negara.

Menteri dari negara – negara tersebut juga menegaskan kembali dukungan terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump.

“Dan menegaskan kembali komitmen negara mereka untuk mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi, sebagaimana dimuat dalam Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza dan didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803,” tulisnya.

Tujuan Resolusi Dewan Keamanan PBB tersebut adalah untuk mengkonsolidasikan gencatan senjata permanen, mendukung rekonstruksi Gaza, memajukan perdamaian yang adil dan abadi yang berlandaskan hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri. Serta mendirikan negara sesuai dengan hukum internasional.

“Sehingga membuka jalan bagi keamanan dan stabilitas bagi semua negara dan rakyat di kawasan tersebut,” lanjutnya.

Donald Trump resmi menginisiasi pembentukan Dewan Perdamaian, organisasi internasional yang bertujuan menyelesaikan berbagai konflik global.

Awalnya, ini dirancang untuk mengawasi pembangunan kembali Gaza. Namun, piagam tersebut menunjukkan bahwa peran Dewan Perdamaian tidak terbatas hanya pada wilayah Palestina. Tetapi mencakup daerah-daerah lain yang terdampak konflik.

Dewan eksekutif organisasi ini akan dipimpin oleh Trump dengan beranggotakan tujuh tokoh penting. Antara lain mencakup Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner.

Selain itu, ada pula mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Kelompok Bank Dunia Ajay Banga, dan Deputi Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.(Sin/Clue)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top