Subang, Cluetoday.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta peredaran obat Tramadol secara ilegal dan bebas di wilayah Jawa Barat tidak lagi dibiarkan. Ia mendorong pemberantasan dilakukan secara lebih luas hingga tingkat desa dan kelurahan.
Dedi mengatakan masyarakat tidak seharusnya merasa takut ketika menemukan adanya penjualan Tramadol secara bebas. Menurut dia, keberanian masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk mempersempit ruang gerak para pelaku.
“Ini harus dilawan. Tidak boleh lagi dibiarkan. Masa banyak orang justru takut kepada orang yang menjual Tramadol? Itu kan aneh. Menurut saya, tidak boleh ada rasa takut lagi,” Dikutip dari tirto.id.
Untuk memperkuat langkah pemberantasan, Dedi akan berkoordinasi dengan kepolisian. Hasil koordinasi tersebut nantinya menjadi dasar pelaksanaan operasi yang menyasar seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk desa dan kelurahan.
Ia juga berencana mengoptimalkan aparat kewilayahan untuk melakukan pengawasan dan penindakan sesuai wilayah tugas masing-masing.
“Saya nanti hari Jumat ya dengan Pak Kapolda akan berkoordinasi dan kemudian nanti gerakannya itu sampai desa dan kelurahan. Kita fungsikan aja Babinsa dan Babinkamtibmas untuk operasi di daerahnya masing-masing,” ujar Dedi.
Menurut Dedi, pemberantasan peredaran ilegal Tramadol tidak cukup hanya mengandalkan operasi penegakan hukum. Masyarakat juga harus berani melaporkan dan tidak memberikan ruang bagi pelaku untuk menjalankan aktivitasnya.
“Yang tidak boleh itu rasa takut. Justru rasa takut itulah yang selama ini menjadi masalah,” jelasnya.
Dedi kemudian membandingkan rencana tersebut dengan upaya penanganan aksi begal di Jawa Barat. Ia mengatakan masyarakat sebelumnya sempat diliputi rasa khawatir akibat maraknya kejahatan di jalanan.
Namun, penindakan yang dilakukan secara konsisten disebut membuat rasa takut masyarakat berangsur berkurang dan kasus kejahatan mulai menurun.
“Seperti begal, sekarang rasa takut masyarakat sudah hilang dan kasusnya mulai berkurang. Tramadol juga harus begitu. Ketika para pelakunya yang merasa takut, mereka akan berhenti beroperasi, bahkan meninggalkan Jawa Barat,” bebernya.
Dalam rapat paripurna bersama DPRD Jawa Barat, Dedi juga menyebut peredaran Tramadol sebagai salah satu persoalan yang berkaitan dengan maraknya aksi begal.
Ia menyinggung peristiwa yang sempat beredar di media sosial terkait anggota Polres Karawang yang rumah kontrakannya diserang setelah melakukan razia dan mengamankan kendaraan milik sekelompok anak muda.
Menurut Dedi, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa jaringan di balik peredaran obat ilegal sudah semakin berani.
Dedi menegaskan persoalan tersebut harus segera ditangani karena berkaitan dengan masa depan generasi muda. Ia menilai penyalahgunaan Tramadol berpotensi berkaitan dengan berbagai tindak kriminal, mulai dari tawuran, pembegalan, penganiayaan hingga pembunuhan.
“Kita tidak bicara sisi politik mari kita bicara sisi kemanusiaan, sisi kepentingan dan sisi masa depan,” pungkasnya.











