Belgia Jadi Batu Sandungan Amerika Serikat

Picture of Redaksi

Redaksi

Jakarta, CLUETODAY.ID — Timnas Amerika Serikat berpeluang mencetak sejarah saat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Laga yang berlangsung di Lumen Field, Seattle, Selasa (7/7/2026) pukul 07.00 WIB itu menjadi kesempatan bagi The Stars and Stripes untuk menembus perempat final untuk pertama kalinya sejak edisi 2002.

Amerika Serikat datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil konsisten sepanjang turnamen. Tim asuhan Mauricio Pochettino lolos sebagai juara Grup D dengan enam poin, lalu menyingkirkan Bosnia-Herzegovina 2-0 di babak 32 besar.

Jika berhasil mengalahkan Belgia, Amerika Serikat sudah ditunggu Spanyol di babak perempat final. La Roja sebelumnya memastikan tiket delapan besar usai menyingkirkan Portugal dengan skor 1-0.

Meski tengah dalam performa positif, Amerika Serikat menghadapi lawan yang memiliki catatan superior. Belgia mendominasi rekor pertemuan kedua tim dengan enam kemenangan dari tujuh pertandingan. Satu-satunya kemenangan Amerika Serikat terjadi pada Piala Dunia 1930.

Dominasi Belgia juga berlanjut dalam pertemuan terakhir pada Maret 2026. Saat itu, Belgia menang telak 4-1 dan memperpanjang rekor kemenangan atas Amerika Serikat menjadi enam laga beruntun. Tim berjuluk Setan Merah juga pernah menyingkirkan Amerika Serikat pada babak 16 besar Piala Dunia 2014 lewat kemenangan 2-1 setelah perpanjangan waktu.

Namun, performa kedua tim menjelang fase gugur menunjukkan tren berbeda. Amerika Serikat mencatat tiga kemenangan dari empat pertandingan di Piala Dunia 2026 dengan sedikitnya mencetak dua gol di setiap kemenangan mereka.

Di sisi lain, Belgia belum menunjukkan performa yang benar-benar meyakinkan sepanjang turnamen sehingga diprediksi bakal mendapat perlawanan sengit dari tuan rumah.

Amerika Serikat juga mendapat tambahan kekuatan setelah penyerang Folarin Balogun dipastikan dapat tampil. FIFA memutuskan menangguhkan hukuman larangan satu pertandingan yang sebelumnya dijatuhkan kepada Balogun usai menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia-Herzegovina.

Keputusan tersebut memicu kontroversi karena diumumkan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan terhadap sanksi Balogun. Dengan kembalinya striker yang telah mencetak tiga gol di Piala Dunia 2026 itu, peluang Amerika Serikat untuk mewujudkan sejarah semakin terbuka.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top